News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Liga Champions

Kata Eks Pemain AC Milan Usai Singkirkan Inter di Liga Champions: Rasanya Luar Biasa!

Penulis: Muhammad Ali Yakub
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SELEBRASI - Penyerang Bodo/Glimt, Jens Petter Hauge selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Inter Milan pada babak playoff 16 besar Liga Champions di San Siro, Rabu (25/2/2026). Komentar eks pemain AC Milan, Jens Petter Hauge yang saat ini membela Bodo/Glimt dan turut menjadi aktor tersingkirnya Inter Milan di Liga Champions 2025/2026 usai kalah agregat 5-2.

TRIBUNNEWS.COM – Mantan pemain AC Milan, Jens Petter Hauge, menjadi salah satu aktor penting di balik keberhasilan Bodo/Glimt menyingkirkan Inter Milan pada leg kedua play-off 16 besar Liga Champions 2025/2026.

Dalam laga yang digelar Rabu (25/2/2026) dini hari WIB, Hauge mencetak satu gol dalam kemenangan 2-1 Bodo/Glimt atas Inter di kandangnya. Hasil tersebut memastikan wakil Norwegia melangkah ke babak 16 besar.

Menghadapi tekanan besar di markas Inter, Bodo/Glimt tampil disiplin dan efektif. Meski kalah dalam penguasaan bola, mereka mampu memaksimalkan peluang yang didapat.

Hauge menjadi pembeda lewat gol pembuka pada menit ke-58, yang membuat Inter semakin tertekan. Dan Hakon Evjen pun melengkapi kemenangan Bodo/Glimt sebelum Alessandro Bastoni memperkecil kedudukan.

Berkat hasil ini, Bodo/Glimt akan menghadapi pemenang antara Manchester City atau Sporting CP di babak 16 besar.

Pengundian fase 16 besar Liga Champions 2025/2026 dijadwalkan berlangsung pada Jumat (27 Februari) mulai pukul 18.00 WIB.

Usai pertandingan, Hauge tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya.

SELEBRASI - Penyerang Bodo/Glimt, Jens Petter Hauge selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Inter Milan pada babak playoff 16 besar Liga Champions di San Siro, Rabu (25/2/2026). (Instagram Bodo/Glimt)

“Rasanya luar biasa! Ini sangat besar," kata Jens Petter Hauge, dikutip dari UEFA.

"Saya hampir kehabisan kata-kata. Itu adalah pertandingan yang sangat sulit, tetapi kami bersatu."

"Kami berlari untuk satu sama lain dan berjuang untuk setiap bola. Meskipun kami tidak banyak menguasai bola, kami sangat efisien ketika kami maju dan mulai menyerang," tambahnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan betapa emosionalnya kemenangan tersebut, terlebih mengingat Inter merupakan salah satu kekuatan besar Italia dan Eropa.

Baca juga: Sorotan Tersingkirnya Inter Milan di Liga Champions: Cermin Kemerosotan Sepak Bola Italia

Jens Petter Hauge sejatinya pernah merasakan atmosfer Derby della Madonnina saat masih berseragam AC Milan pada musim 2020/2021.

Pada musim tersebut, Milan menghadapi Inter Milan sebanyak tiga kali, dua pertemuan di Liga Italia dan satu laga di Coppa Italia.

Hasilnya kurang memuaskan bagi Rossoneri, dengan dua kekalahan dan hanya satu kemenangan di kompetisi domestik.

Namun, dalam tiga pertemuan itu, Hauge tak mendapatkan kesempatan tampil. Ia lebih sering menjadi penghangat bangku cadangan dan belum benar-benar merasakan panasnya rivalitas di atas lapangan.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini