TRIBUNNEWS.COM – Dengan hanya beberapa bulan tersisa sebelum musim berakhir, Barcelona mulai mempersiapkan langkah besar untuk menyambut musim mendatang.
Salah satu target utama mereka di bursa transfer musim panas adalah penyerang Atletico Madrid, Julian Alvarez. Namun, upaya untuk mendatangkannya dipastikan tidak akan mudah.
Barcelona dikabarkan tengah menyusun rencana serius untuk merekrut striker asal Argentina tersebut, dengan estimasi biaya transfer mencapai sekitar €80 juta (sekitar Rp1,5 triliun).
Menurut laporan Mundo Deportivo, Barcelona menyadari bahwa Atletico Madrid kemungkinan besar akan menolak melepas Alvarez.
Karena itu, presiden klub Joan Laporta disebut telah meminta “sinyal" dari sang pemain.
Alvarez sendiri sempat mengisyaratkan bahwa masa depannya di Atletico Madrid belum sepenuhnya pasti.
Jika Atletico tetap bersikeras mempertahankannya, Barcelona berharap Alvarez dapat berbicara langsung dengan pelatih Diego Simeone untuk mengajukan permintaan transfer.
Namun, di balik rencana tersebut, Barcelona juga menuntut pengorbanan dari sang pemain.
Baca juga: Syarat Robert Lewandowski Demi Bertahan di Barcelona
Diminta Turunkan Gaji
Alvarez disebut harus bersedia menerima gaji yang lebih rendah jika ingin bergabung dengan Barcelona.
Alih-alih mendapatkan paket gaji besar seperti di Atletico Madrid, ia kemungkinan hanya akan ditawari kontrak berbasis performa, di mana pendapatannya bergantung pada kontribusi di lapangan, seperti jumlah gol yang dicetak.
Diketahui, Alvarez saat ini memiliki gaji sebesar 12,5 juta euro (sekitar Rp245 miliar) selama satu musim di Atletico.
Sebenarnya angka tersebut relatif lebih rendah dari gaji Robert Lewandowski senilai 20,8 juta euro (sekitar Rp407 miliar) selama satu tahun.
Menariknya, Robert Lewandowski yang kontraknya sudah habis dikabarkan akan diperpanjang satu musim lagi dengan syarat diturunkan gajinya.
Pihak klub meyakini transfer Alvarez tetap bisa diwujudkan dengan skema aturan keuangan 1:1, meski sejumlah syarat harus terpenuhi.
Aturan finansial 1:1 di La Liga merupakan bagian dari kebijakan Financial Fair Play (FFP) yang mengharuskan klub hanya membelanjakan setiap €1 yang mereka hasilkan atau hemat.
Baca tanpa iklan