TRIBUNNEWS.COM - Gelombang pengunduran diri imbas kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026 mulai muncul.
Aksi itu bahkan langsung diawali dengan mundurnya orang nomor satu di Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina.
Gravina memutuskan mundur di momen rapat darurat FIGC digelar.
Dalam pertemuan itu ia langsung menyerahkan surat pengunduran diri sebagai bentuk tanggung jawabnya.
Baca juga: Fabio Capello Paling Geram, Kegagalan Italia ke Piala Dunia Dianggap Biasa
"Setelah beberapa tahun, ada perasaan sedih, tetapi saya berusaha tenang," kata Gravina dikutip dari Football Italia.
"Saya berterima kasih kepada semua elemen di federasi yang sampai saat ini menunjukkan dukungan, rasa hormat, keakraban, dan bersikeras bahwa saya harus terus menjabat."
"Namun, saya sudah membuat keputusan dan ini adalah keputusan pribadi yang saya pikirkan matang-matang."
"Anda semua akan bisa membaca pernyataan resmi saya," paparnya.
Mundurnya Gravina di rapat darurat ini sekaligus menandai berakhirnya 8 tahun era kepemimpinannya.
Selama dirinya menjabat sejak 2018, Gravina mengawal Italia mendapatkan gelar bergengsi.
Gelar tersebut adalah Piala Eropa atau Euro pada 2020 silam.
Kala itu, Italia berhasil mengalahkan Inggris lewat adu penalti.
Sayangnya, keberuntungan dan kekuatan besar Italia di Euro tak bisa menjalar ke turnamen besar lainnya.
Selama masa kepemimpinannya, Italia gagal melangkah ke Piala Dunia di dua edisi.
Azzurri gagal tampil di Piala Dunia 2022 dan 2026 yang menjadi corengan besar di wajah Italia.
Baca tanpa iklan