TRIBUNNEWS.COM - Kegagalan timnas Italia melaju ke Piala Dunia 2026 meninggalkan kekosongan agenda di pertengahan tahun ini. Di saat negara-negara Eropa bersaing di kasta tertinggi sepak bola dunia, Italia nelangsa.
Ya, diketahui, Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan meksiko itu akan digelar pada Juni-Juli.
Akan ada periode uji coba pada FIFA Matchday Juni sebelum helatan empat tahunan itu dimulai.
Saat seluruh tim kontestan, tidak terkecuali para pemenang dengan gelar terbanyak, Brasil dan Jerman, Italia hanya melakoni laga uji coba untuk hiburan.
Karena tidak ada laga yang perlu disiapkan, timnas Italia akan mengii kekosongan tersebut dengan laga persahabatan melawan Yunani.
Italia kemungkinan besar tanpa presiden federasi FIGC yang terpilih, pelatih kepala yang baru, dan sejumlah jajaran direksi yang memilih untuk mundur pasca-kegagalan ini.
Bukan kegagalan yang biasa bagi salah satu negara tersukses dan terbanyak meraih trofi Piala Dunia.
Untuk kali ketiga secara berturut-turut, sebuah negara pemenang gagal melaju ke babak putaran final, dan ini adalah fenomena pertama dalam sejarah.
Italia yang tengah 'berkonflik' dengan banyak hal yang ada di dalamnya, mulai dari sistem, liga, hingga akar rumput merasakan dampak dalam masa ini.
Setelah periode FIFA Matchday Juni, agenda Italia selanjutnya bersiap melawan tim-tim elit Eropa.
Yakni Prancis, Belgia, dan Turki yang berada dalam satu Grup A1 dalam ajang UEFA Nations League.
Laga yang penuh tantangan bagi Gli Azzurri sekaligus menjadi peluang untuk mendongkrak dan menguji langkah baru yang mungkin mereka tempuh.
Italia akan menghadapi Belgia lebih dulu pada 26 September, kemudian Turki tiga hari berselang.
Lalu menghadapi Prancis di bulan Oktober.
Baca tanpa iklan