TRIBUNNEWS.COM - Inter Milan kembali mendapat pukulan telak. Kapten sekaligus striker andalan mereka, Lautaro Martinez, mengalami cedera otot betis kiri lagi hanya beberapa hari setelah berhasil comeback dari cedera sebelumnya.
Kabar ini telah dikonfirmasi oleh Inter Milan pada Jumat (10/4/2026), setelah Martinez menjalani pemeriksaan medis di Humanitas Institute, Rozzano.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya mild strain atau robekan ringan pada otot soleus (betis) kiri.
Kini kondisi Lautaro Martinez akan dievaluasi ulang dalam beberapa hari mendatang.
Namun menurut estimasi awal, Lautaro Martinez diprediksi absen sekitar 2 hingga tiga minggu.
"Lautaro Martinez menjalani pemeriksaan klinis dan instrumental di Humanitas Institute di Rozzano. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya ketegangan otot ringan pada otot soleus di kaki kiri," tulis Inter.
"Kondisi striker asal Argentina tersebut akan dievaluasi kembali dalam beberapa hari ke depan," jelas pernyataan Nerazzurri.
Kondisi ini membuat Lautaro dipastikan melewatkan laga krusial melawan Como pada pekan ke-32 Liga Italia, Minggu (12/4/2026), dan kemungkinan besar juga laga berikutnya melawan Cagliari.
Bahkan partisipasinya di semifinal Coppa Italia melawan Como pada 22 April berada dalam tanda tanya besar.
Ini menjadi kabar buruk berulang bagi Nerazzurri. Sebelumnya, pada pertengahan Februari 2026, Martinez juga mengalami cedera serupa di otot betis kiri yang membuatnya absen selama 42 hari.
Selama periode itu, Inter mengalami penurunan performa signifikan, tersingkir dari babak play-off Liga Champions dan gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan Liga Italia berturut-turut.
Baca juga: Tertinggal 9 Poin dari Inter Milan, Allegri: AC Milan Tersingkir dari Perburuan Scudetto
Baru saja pulih, Martinez langsung menjadi starter dan tampil gemilang saat Inter menghajar AS Roma dengan skor 5-2 pada 5 April lalu.
Striker berusia 28 tahun itu bahkan mencetak dua gol dalam laga tersebut, membuktikan bahwa ia masih menjadi senjata utama tim asuhan Cristian Chivu.
Namun, kebahagiaan itu hanya bertahan sebentar. Cedera baru muncul tepat ketika Inter sedang memasuki fase penentuan musim.
Saat ini, Inter Milan berada di puncak klasemen Liga Italia, tetapi persaingan dengan rival-rivalnya masih sangat ketat.
Baca tanpa iklan