News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Timnas Indonesia

Menpora Erick Thohir Tekankan Sport Diplomacy dalam Menyikapi Isu Passport Gate Pemain Timnas

Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DEREGULASI PERMENPORA - Menpora Erick Thohir bersama Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas melakukan konferensi pers usai penandatanganan penetapan empat Permenpora Gedung Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum, Kuningan, Jakarta, Jumat (17/4/2026). Tribunnews/Abdul Majid

Menpora Erick Thohir Tekankan Sport Diplomacy dalam Menyikapi Isu Passport Gate

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Isu passport gate sempat menerpa sejumlah pemain diaspora Indonesia yang berkarier di Liga Belanda.

Polemik ini mencuat setelah klub NAC Breda melayangkan protes terhadap Dean James terkait status paspor yang digunakan saat tampil di Eredivisie.

Permasalahan tersebut muncul usai kekalahan telak NAC Breda 0-6 dari Go Ahead Eagles. 

Baca juga: Gonjang-ganjing Isu Paspor Ganda Dean James, PSSI Tegaskan Naturalisasi Pemain Sesuai Aturan

Pihak klub kemudian mempertanyakan apakah Dean James menggunakan paspor Indonesia atau Belanda dalam pertandingan tersebut.

Situasi ini sempat melebar dan menyeret beberapa pemain diaspora lainnya seperti Tim Geypens, Nathan Tjoe-A-On, hingga Justin Hubner.

Menanggapi isu tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa seluruh regulasi terkait kewarganegaraan atlet telah memiliki dasar hukum yang jelas.

“Tentu kami di Kemenpora memastikan semua regulasi memiliki payung hukum undang-undang. Tidak hanya di sepakbola, cabang olahraga lain juga memberikan kesempatan bagi diaspora yang memiliki darah Indonesia untuk kembali membela Merah Putih,” ujar Erick di Kantor Menteri Hukum, Kuningan, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Erick mencontohkan atlet renang Masiari Wolf yang telah menyumbangkan prestasi sejak usia muda. 

Erick pun menilai kontribusi diaspora patut diapresiasi dan dibanggakan.

Lebih lanjut, Erick menegaskan bahwa Indonesia tetap menganut prinsip satu kewarganegaraan dengan satu paspor.

Namun, ia juga mendorong pentingnya diplomasi olahraga sebagai sarana memperkuat hubungan antarnegara.

“Aturannya sudah jelas bahwa kewarganegaraan kita memiliki satu paspor. Itu yang kita tetap anut," tegas Erick.

"Tetapi saya juga mendorong bahwa sport diplomacy itu menjadi penting ya. Kerja sama pemerintah dengan pemerintah lain itu harus kita tingkatkan, karena sport diplomacy ini menjadi sebuah kekuatan yang mengikat dua negara,” terangnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini