News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Super League

Fenomena Stadion Mangkrak Disorot, Bung Kesit: Korupsi Jadi Akar Masalah

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

STADION MANGKRAK- Pengamat sepak bola Kesit Handoyo menilai praktik korupsi jadi penyebab utama mangkraknya proyek stadion di Indonesia.

TRIBUNNEWS.COM - Fenomena mangkraknya sejumlah stadion di berbagai daerah kembali menjadi perhatian publik.

Pengamat sepak bola Kesit Handoyo menilai persoalan utama di balik proyek yang terbengkalai tersebut adalah praktik korupsi.

“Problem utamanya adalah korupsi. Ada pihak-pihak yang memanfaatkan proyek stadion untuk kepentingan pribadi. Padahal stadion dibangun untuk memenuhi harapan masyarakat agar memiliki fasilitas olahraga sesuai standar internasional,” ujar Kesit kepada Tribunnews.com pada Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, pemerintah memiliki peran penting dalam menyediakan fasilitas olahraga, seperti stadion dan gedung olahraga.

Namun, dalam praktiknya pembangunan kerap tidak dirancang secara optimal sehingga hasilnya tidak memenuhi standar internasional.

“Misalnya, stadion yang selesai dibangun ternyata tidak sesuai standar internasional, seperti lampu tidak memenuhi syarat, rumput tidak layak, atau tribun tidak sesuai. Hal-hal seperti ini seharusnya bisa dikonsultasikan dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, karena organisasi sepak bola Indonesia lebih memahami standar FIFA,” jelasnya.

Kesit juga menyoroti ketidaksesuaian antara pembangunan stadion dengan potensi sepak bola di daerah. Ia menilai sejumlah daerah terlalu memaksakan pembangunan stadion megah meski ekosistem sepak bolanya belum siap.

“Contohnya di Aceh, ada Stadion Harapan Bangsa, tetapi sepak bola di sana belum berkembang pesat. Di Riau, stadion untuk PON juga mangkrak. Di Palembang, Stadion Jakabaring milik Sriwijaya FC tidak lagi optimal karena prestasi klub menurun,” paparnya.

Baca juga: Soal Stadion Barombong, DPRD Sulsel Dorong Audit Investigasi dan Cari Solusi Bersama

Dari sisi sosial ekonomi, stadion sejatinya dapat menjadi penggerak ekonomi lokal jika dimanfaatkan secara maksimal.

“Ketika klub berprestasi dan stadion aktif digunakan, ekonomi lokal ikut terdongkrak,” katanya.

Sebagai solusi, Kesit mendorong optimalisasi pemanfaatan stadion, termasuk untuk kegiatan non-olahraga seperti konser musik, selama tidak merusak fungsi utama.

“Perawatan stadion besar sangat mahal jika hanya mengandalkan APBD. Karena itu, perlu ada pemanfaatan lain yang tetap menjaga fungsi utama stadion sebagai arena sepak bola. Misalnya, konser di GBK atau JIS tetap memperhatikan kondisi rumput agar tidak rusak,” tutup Kesit.

Stadion Barombong Mangkrak

Salah satu contoh stadion mangkrak adalah Stadion Barombong. Stadion yang direncanakan menjadi kandang baru PSM Makassar itu terbengkalai selama lebih dari satu dekade.

Akibatnya, tim berjuluk Pasukan Ayam Jantan dari Timur harus memainkan laga kandang di Parepare yang berjarak sekitar 200 kilometer dari Kota Makassar dengan waktu tempuh 2–3 jam.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Suherman, mengakui adanya kendala dalam proyek tersebut, khususnya terkait persoalan lahan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini