TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat menyatakan tidak keberatan Iran tampil di Piala Dunia 2026, namun memberikan batasan tegas terkait pihak-pihak tertentu.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan bahwa Washington tidak melarang para pemain Iran untuk berpartisipasi dalam turnamen tersebut.
Namun demikian, individu yang memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tidak akan diizinkan masuk ke wilayah Amerika Serikat.
Rubio menjelaskan bahwa kebijakan tersebut didasarkan pada alasan keamanan nasional, mengingat IRGC telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah AS.
"Tidak ada dari pihak AS yang mengatakan mereka tidak boleh datang," ujar Rubio, dikutip dari The Straits Times, pada Jumat (24/4/2026).
"Masalah dengan Iran bukanlah atlet mereka. Itu adalah ketika mereka ingin membawa sejumlah orang bersama mereka, orang-orang yang punya ikatan dengan IRGC."
"Kami tidak bisa membiarkan mereka masuk, namun tidak demikian halnya dengan atlet (atlet boleh masuk)," sambungnya.
Diketahui, Amerika Serikat mengkategorikan IRGC sebagai ancaman serius.
Maka dari itu, AS tidak mengizinkan orang-orang yang memiliki kaitan dengan IRGC untuk masuk ke Amerika Serikat.
"Mereka tidak bisa membawa sekelompok anggota teroris IRGC ke negara kami dan berpura-pura bahwa mereka adalah wartawan atau pelatih," kata Rubio.
Seperti diketahui, isu soal keikutseraan Iran di Piala Dunia 2026 memang sedang menjadi sorotan hangat.
Hal ini tak lepas dari ketegangan geolopitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Bahkan belakangan ini muncul gagasan soal menggantikan Iran dengan Italia di Piala Dunia 2026 nanti.
Selain itu. sempat muncul permintaan agar pertandingan Iran dipindahkan ke luar wilayah Amerika Serikat, namun hal itu tidak disetujui FIFA.
FIFA beberapa waktu lalu telah menegaskan bahwa Iran tetap akan tampil di Piala Dunia 2026 sesuat jadwal.
Baca tanpa iklan