News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Liga Italia

Tambahan Bumbu dari Resep Lama, Fabregas Ikuti Cara Conte di Como

Penulis: Muhammad Nursina Rasyidin
Editor: Dwi Setiawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Cesc Fabregas memberikan pidato di ruang ganti usai tim arahannya, Como 1907, promosi ke Serie A. Fabregas menjanjikan timnya liburan ke Ibiza. - Jadwal Liga Italia pekan ini antara Como vs Napoli, duel si murid Fabregas vs melawan gurunya, Antonio Conte di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Sabtu (2/5).

 

TRIBUNNEWS.COM - Di tepian barat danau Como, seorang murid akan melawan gurunya akhir pekan ini. Duel tersebut akan tersaji dalam pertandingan Como vs Napoli, Sabtu (2/5/2026) pukul 23.00 WIB di Stadio Giuseppe Sinigaglia.

Sang murid adalah Cesc Fabregas, sementara gurunya adalah Antonio Conte. Keduanya kini berada di posisi yang sama sebagai pelatih kepala di masing-masing tim Como dan Napoli.

Sebelum pertemuan akhir pekan ini, menarik rasanya untuk kembali ke kenangan yang terjadi pada tahun 2016 sampai 2018 silam.

Masa-masa di mana Fabregas bekerja sama dengan Antonio Conte di skuad The Blues.

Fabregas mencatatkan 86 pertandingan di bawah asuhan Conte dengan menghasilkan 10 gol dan 22 assist.

Tapi tahukah, Fabregas di bawah asuhan Conte adalah masa-masa yang membuatnya menderita di tim.

Conte memberikan tekanan dengan porsi latihan yang tinggi untuk Fabregas dan skuad The Blues.

Namun begitu, ternyata pada momen-momen itulah Chelsea dapat bermain dengan konsistensi karena para pemainnya berada dalam kemampuan fisik yang mumpuni.

"Saya belajar banyak dari Antonio (Conte)," kenang Fabregas jelang pertandingan, dikutip dari Football Italia.

"Dia membuatku sangat menderita secara fisik, dia selalu menuntut."

"Intensitas, bermain dengan kecepatan penuh, tidak ada yang membuatku lebih menderita," sambungnya.

Tapi dengan cara itulah mentalitas tim dapat terbangun, dan Fabregas mengambil pelajaran yang dapat dia terapkan di sesi latihan Como.

"Aku juga menginginkan hal itu dari timku, mungkin dengan cara yang sedikit berbeda," bebernya.

"Memang benar, setelah empat atau bulan beradaptasi dengan metodenya, pada bulan Desember saya sudah terbang."

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini