TRIBUNNEWS.COM - Pertemuan leg kedua semifinal Liga Champions UEFA antara Bayern Munchen dan Paris Saint-Germain (PSG) diprediksi kembali menghadirkan tontonan luar biasa.
Setelah leg pertama berakhir dramatis 5-4 untuk PSG, kedua pelatih sama-sama memberi sinyal bahwa intensitas pertandingan tidak akan menurun—bahkan bisa semakin “gila”.
Laga leg kedua Bayern Munchen vs PSG akan digelar di Allianz Arena pada Kamis (7/5/2025) dinihari pukul 02.00 WIB.
Pada leg pertama pekan lalu, total sembilan gol tercipta, menjadikannya laga tersebut salah satu semifinal paling produktif.
PSG keluar sebagai pemenang dengan skor 5-4, sekaligus mengakhiri tren buruk melawan Bayern Munchen, setelah lima pertemuan terakhir kalah terus.
Namun dengan selisih agregat yang tipis, yakni hanya satu gol, segalanya masih terbuka lebar.
Pelatih PSG, Luis Enrique, menegaskan timnya tidak akan bermain aman meski unggul agregat.
Baca juga: Duel Maut Lawan PSG di Liga Champions, Bayern Munchen bak Nonton Diri Sendiri
Menurutnya, keunggulan satu gol yang dimilik timnya tidak berarti apa-apa.
"Itu hanya satu gol. Kami siap. Kami tahu Bayern Munchen bisa kembali ke pertandingan dan kami juga bisa mencetak gol," kata Enrique, dikutip dari Lequipe.
Ia menilai pertandingan di Allianz Arena akan kembali menjadi duel dua tim terbaik Eropa dengan tempo tinggi.
"Dan kami tentu saja tidak di sini untuk bertahan. Kami mencoba untuk memenangkan pertandingan. Ini akan menjadi laga level tertinggi dan sangat menarik," tambahnya.
Ia bahkan mengibaratkan duel ini seperti rivalitas elite di tenis, di mana menghadapi lawan kuat justru menjadi motivasi untuk tampil lebih baik.
"Kedua tim sepanjang musim, dan dalam kasus kami selama dua musim terakhir, telah menunjukkan kemampuan mereka untuk menangani saat-saat sulit."
"Kami harus lebih kompetitif dari sebelumnya. Ketika saya melihat pertandingan semacam ini, saya ingat Rafael Nadal mengatakan bahwa menghadapi Novak Djokovic dan Roger Federer adalah motivasi baginya.
"Dia melihat potensi untuk meningkatkan. Kami akan mencoba mengatasi atmosfer dan tim yang memainkan sepak bola sensasional," terang Enrique.
Baca tanpa iklan