News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Piala Dunia 2026

Profil Ralf Rangnick di Piala Dunia 2026: Berawal dari Bola Voli, Austria Bakal Mode Kuda Besi

Penulis: Drajat Sugiri
Editor: Dwi Setiawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PROFIL RALF RANGNICK - Eks pelatih Manchester United Ralf Rangnick (tengah) berjalan di lapangan setelah pertandingan putaran ketiga Piala FA Inggris antara Manchester United dan Aston Villa di Old Trafford di Manchester pada 10 Januari 2022. Mengupas sosok Ralf Rangnick yang melatih timnas Austria di Piala Dunia 2026.

 

TRIBUNNEWS.COM - 'Kuda Besi' menjadi penggambaran lain dari motor. Tetapi esensinya, Austria akan dipacu menjadi sebuah kekuatan lewat permainan sepak bola tak mengenal lelah pada Piala Dunia 2026, layaknya kuda besi dan bukan 'kuda hitam'.

Otak dari mode kuda besi timnas Austria pada Piala Dunia 2026 tak lain adalah Ralf Rangnick, yang juga berjuluk The Professor.

Julukan ini melekat kepada pelatih kelahiran Backnang, Jerman Barat, 29 Juni 1958 ini bukannya tanpa sebab. Pemilik nama lengkap Ralf Dietrich Rangnick mendapatkan label The Professor karena menjadi pionir lahirnya filosofi permainan Gegenpressing.

Penganut gaya bermain Gegenpressing inisiasi Ralf Rangnick pun terbilang sukses, seperti Jurgen Klopp dan Thomas Tuchel, yang keduanya juga berasal dari Jerman.

MELATIH - Pelatih kepala Manchester United German Ralf Rangnick terlihat selama pertandingan Liga Inggris antara Everton dan Manchester United di Goodison Park di Liverpool pada 9 April 2022. (Foto Arsip, April 2022) (ANTHONY DEVLIN / AFP)

Namun ada cerita menarik di balik penemuan Ralf Rangnick, mengapa dirinya menekankan permainan Gegenpressing, yang menuntut kerja keras dan pergerakan aktif sekalipun tanpa bola selama pertandingan berlangsung.

Hal itu diawali dari Rangnick muda ketika masih menjadi mahasiswa Universitas Stuttgart.

Dia menceritakan kekagumannya terhadap seorang teman wanita di kelasnya yang menjadi atlet bola voli profesional. Kekaguman itu bersumber dari intensitas latihannya sebagai pevoli.

"Salah satu gadis di kelas kami menjadi pemain voli untuk tim wanita terbaik (liga Jerman-red), dan saya kagum mendengar bahwa mereka berlatih hingga 10 jam sehari, termasuk dua jam sesi gym dan dua jam untuk gerakan taktik," cerita Ralf Rangnick, dikutip dari NYT.

Dari sinilah Ralf Rangnick kemudian mencetuskan gagasan, bagaimana sepak bola juga diubah melalui pendekatan latihan dengan intensitas tinggi, yang bermuara kepada lahirnya Gegenpressing.

"Saya melihat olahraga lain telah berkembang pesat, sementara di sepak bola terkesan jalan di tempat. Perubahan harus dilakukan," kenang pelatih yang kini berusia 67 tahun.

Rangnick menyadari, untuk menciptakan permainan atraktif namun kolektif, jelas dibutuhkan pola latihan yang sistematis serta tak sederhana. Faktor fisik dituntut fit, termasuk kecerdasan pemain dalam memahami taktikal permainan.

Meski demikian, pria yang resmi ditunjuk sebagai pelatih asal Austria sejak 2022 ini bukannya pelatih bertipikal "robot". 

Baca juga: Profil Timnas Austria di Piala Dunia 2026: Ada Mantan Rekan Jay Idzes, Kental Aroma Munchen

Ada sentuhan khusus darinya layaknya motivator untuk mendorong pemain sampai ke batas kemampuan terbaik, demi menjalankan permainan ala Gegenpressing.

Dalam The Coaches' Voice tahun 2018, Rangnick pernah mengatakan bahwa ketulusan menjadi cara paling ampuh baginya untuk berkomunikasi dengan para pemain.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini