News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bursa Transfer Pemain

Dasar Milan, Mateta Tersakiti Lo!

Penulis: Drajat Sugiri
Editor: Dwi Setiawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SAKIT HATI MATETA KE MILAN - Pemain depan Prancis bernomor punggung 14 Jean-Philippe Mateta merayakan gol penyeimbang timnya dari titik penalti dalam pertandingan final medali emas sepak bola putra antara Prancis dan Spanyol selama Olimpiade Paris 2024 di Parc des Princes di Paris pada tanggal 9 Agustus 2024. Mateta ceritakan efek batalnya transfer dirinya ke AC Milan. (Foto Arsip, Agustus 2024)(Foto oleh Jack GUEZ / AFP)

Ringkasan Berita:

  • Striker timnas Prancis, Jean-Philippe Mateta menumpahkan unek-uneknya soal pembatalan transfer sepihak AC Milan
  • Mateta sempat frustrasi dan sakit hati atas kegagalan kepindahnnya ke AC Milan
  • Kini Jean-Philippe Mateta fokus untuk memulihkan performanya demi menghindarkan Crystal Palace dari intaian degradasi

 

TRIBUNNEWS.COM - Batalnya transfer Jean-Philippe Mateta ke klub legendaris Italia, AC Milan, pada musim dingin 2026 meninggalkan cerita sedih.

Dalam pengakuan Jean-Philippe Mateta kepada media Prancis, L'Equipe, urungnya kepindahan ke AC Milan membuat mentalnya sempat terguncang. 

Bahkan, striker asal Prancis ini hingga kini masih merasakan sakit hati atas pembatalan secara sepihak. 

Meski demikian, kegagalannya untuk berbaju Merah Hitam khas Rossoneri membuatnya bangkit untuk membuktikan kualitasnya kepada pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner.

BERSELEBRASI - Lacazette dan Mateta selebrasi usai mencetak gol untuk Timnas Prancis di Olimpiade Paris 2024 (Instagram Federasi Sepak Bola Prancis)

"Sejujurnya, itu menyakiti saya," tegas singkat Mateta soal pembatalan transfer AC Milan terhadap dirinya.

"Situasi itu menggangu saya secara psikologis setelah adanya pemberitahuan (transfer ke AC Milan-red) dibatalkan," aku penyerang kelahiran Sevran, Prancis, 28 tahun silam.

Semula, AC Milan optimis untuk merekrut Mateta dari klub Premier League, Crystal Palace.

Kesepakatan awal antara Mateta dan Milan telah tercapai di penghujung Januari 2026.

Mateta bahkan disebut sudah setuju untuk mendarat ke San Siro dengan kontrak permanen selama 4 tahun. Namun keinginan Mateta untuk bermain di bawah arahan Massimiliano Allegri akhirnya pupus.

Ibarat cinta, Mateta dengan Milan bak bertepuk sebelah tangan.

Ada dua faktor yang mendasari batalnya kepindahan sang bomber. Pertama, AC Milan ragu untuk meminang penyerang timnas Prancis karena riwayat cederanya.

Maklum, Milan membutuhkan sosok striker yang benar-benar fit di lini depan, karena ketajaman Sergio Gimenez yang kala itu tak bisa diandalkan.

Baca juga: Sayonara Modric & Allegri, Harga Mahal AC Milan Gagal Lolos ke UCL 2026/2027

Kedua, kubu Crytsla Palace juga hanya akan membiarkan Mateta pergi jika mereka menemukan pengganti sepadan.

Secara garis besar, AC Milan lah yang menarik diri dari perburuan tanda tangan Mateta. Kondisi itu membuat Mateta frustrasi.

Bahkan, bentuk dari kekecewaan sang pemain, sempat mogok tak mau bermain untuk Crystal Palace dalam beberapa laga.

Bangkit untuk Membuktikan

Kini, nasi sudah menjadi bubur. 

Striker yang pernah menjadi klub dari Olympique Lyon ini hanya bisa menahan rasa kecewa, dan mengubahnya sebagai pelecut semangat untuk pembuktian.

Bahkan keputusan AC Milan menggagalkan kepindahannya secara sepihak adalah salah.

"Kemudian, sekarang saya sudah bangkit dan memikirkan cara untuk pulih," tegasnya berkomitmen.

"Saya berkonsultasi dengan beberapa spesialis (soal cedera lutut-red), dan ketika mereka meyakinkan saya bahwa itu tidak membutuhkan operasi, saya fokus ke langkah selanjutnya."

"Saya bekerja keras untuk membuktikan kepada (Oliver-red) Glasner, bahwa JP (panggilan akrab Mateta-red), ada di sana untuk merebut kembali posisinya sebagai striker utama dan memenangkan semuanya bersama tim," ucap Mateta.

Performa Mateta pun tidak bisa dikatakan jelek. Sempat menghilang dalam beberapa laga akibat cedera, Mateta musim ini sudah mengumpulkan 13 gol dan tiga assist dari 44 pertandingan.

Hanya saja, ketajamannya belum bisa menghindarkan Crystal Palace dari ancaman degradasi ke Divisi Championship 2026/2027.

The Eagles, julukan Crystal Palace, mengumpulkan 43 poin dari 34 laga dan duduk di peringkat ke-15. 

Dengan empat laga sisa dikantongi, Mateta dan kolega membutuhkan tiga poin lagi untuk memastikan mereka eksis di Premier League musim depan.

Sementara untuk AC Milan, setelah Scudetto 2025/2026 diamankan Inter Milan, fokus mereka ialah menyegel tiket tampil Liga Champions musim depan.

Duduk di posisi ketiga klasemen Serie A berbekal 67 poin, secara persentase, finis di 4 besar alias zona UCL sangat terbuka bagi Milan.

Hanya saja, persaingan di zona Liga Champions Serie A sangatlah ketat melibatkan tak hanya Milan, namun juga Napoli, Juventus, AS Roma, dan Como.

Jika dalam tiga laga sisa AC Milan tak bisa menyapu bersih kemenangan, atau bahkan hattrick kekalahan, bukan hal mustahil saudara tua Inter ini akan finis di luar empat besar pada klasemen akhir.

(Tribunnews.com/Giri)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini