News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Liga Champions

Logika Terbalik PSG: Kepergian Mbappe Buka Jalan Kejayaan Les Parisiens di Eropa

Penulis: Dwi Setiawan
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

NASIB APES MBAPPE (ARSIP) - Ekspresi (eks) striker Paris Saint-Germain asal Perancis, Kylian Mbappe. Selayaknya logika terbalik, kepergian Kylian Mbappe ke Real Madrid, justru membuka jalan PSG menuju kejayaan di Eropa.. AFP/FRANCK FIFE

 

TRIBUNNEWS.COM - Keberhasilan PSG lolos ke final Liga Champions Eropa dalam dua musim berturut-turut menyisakan berbagai sorotan menarik.

Salah satunya menyoal kejayaan PSG di Eropa, setelah ditinggal oleh sang superstar, Kylian Mbappe.

Ya, sejak ditinggal pergi Mbappe yang hengkang ke Real Madrid dengan status bebas transfer pada musim panas 2024.

PSG justru seperti mampu menghilangkan momen crash ataupun kutukan setiap kali bertarung di Liga Champions.

Seperti diketahui, sejak dipimpin oleh Nasser Al-Khelaifi selaku presiden klub pada Juni 2011.

PSG terlihat seperti tim yang punya ambisi besar untuk merajai sepak bola.

Tidak hanya sekedar menguasai sepak bola lokal di Prancis saja, melainkan juga di Eropa hingga dunia.

Baca juga: Dejavu Bayern Munchen yang Kembali Crash, Tiket Final Liga Champions Melayang ke Tangan PSG

Berbagai kebijakan elit diambil PSG, dengan mendatangkan pelatih dan berbagai pemain bintang ke Parc Des Princes.

Hanya saja, hal itu nyatanya tidak memberikan jaminan, bahwa hasilnya bakal sebanding lurus dengan keinginan mereka.

Pemain depan Paris Saint-Germain Argentina Lionel Messi (kanan) dan pemain depan Paris Saint-Germain Brasil Neymar bertepuk tangan setelah pertandingan sepak bola Grup A Liga Champions Club Brugge melawan Paris Saint-Germain (PSG) di Stadion Jan Breydel di Bruges, pada 15 September, 2021. (KENZO TRIBOUILLARD / AFP)

PSG memang mampu berjaya di negaranya sendiri, dengan memenangkan banyak gelar di kompetisi domestik.

Namun ketika bertarung di Liga Champions Eropa, PSG seakan hobi mengalami crash di momen kritis.

Pada periode musim 2012/2013 s/d 2015/2016 ketika PSG mulai menjadi langganan peserta Liga Champions.

Tim berjuluk Les Parisiens itu mengalami crash beruntun dalam empat musim berturut-turut, lantaran tersingkir di babak perempat final.

Nasib lebih tragis dialami PSG pada tiga musim setelahnya, yakni periode 2016/2017 sd 2018/2019.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini