Pada tiga musim yang berbeda tersebut, PSG diketahui rutin tersingkir di babak 16 besar Liga Champions.
Puncak performa PSG sebenarnya terjadi pada musim 2019/2020, saat era pandemi Covid 19.
Pada musim tersebut, PSG untuk pertama kalinya mampu menjadi finalis Liga Champions.
Sayangnya, final pertama PSG di Liga Champions tersebut berakhir pilu.
PSG secara tragis dipaksa keok melawan Bayern Munchen dengan skor 1-0 di laga puncak.
Pada musim 2020/2021, PSG gagal mengulangi pencapaian pada musim sebelumnya, karena mentok di semifinal.
Lalu di musim 2021/2022 dan 2022/2023, ketika PSG punya trio maut yang terdiri Kylian Mbappe, Neymar dan Lionel Messi.
Laju PSG justru hanya bisa mentok di babak 16 besar saja.
Nasib PSG di kompetisi Eropa mendadak berubah lebih baik, ketika Luis Enrique ditunjuk sebagai pelatih utama.
Pelatih asal Spanyol itu seakan mampu menemukan ramuan jitu dalam meracik skuat PSG, agar tidak terlalu bergantung pada pemain bintang tertentu.
Kepergian Neymar dan Messi pada musim yang pertama Enrique melatih PSG, nyatanya tidak membuat tim barunya kehilangan arah.
Pada musim pertamanya di PSG, Enrique mampu membawa Les Parisiens mencapai semifinal Liga Champions.
Situasi justru semakin memuncak ketika Mbappe meninggalkan status superstarnya dengan pergi dari PSG menuju Real Madrid pada bursa transfer musim panas 2024.
Kepergian Mbappe awalnya menimbulkan sorotan, karena ia sudah bertahun-tahun menjadi pemain bintang utama PSG.
Statistik Mbappe selama tujuh tahun memperkuat PSG pun sangat fenomenal.
Baca tanpa iklan