News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Liga Italia

Buka Pintu Selebar-lebarnya, Claudio Ranieri Terbuka Jadi Pelatih Timnas Italia

Penulis: Muhammad Nursina Rasyidin
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pelatih kepala Roma asal Italia Claudio Ranieri terlihat menjelang pertandingan sepak bola Seri A Italia antara AS Roma dan Atalanta BC di Stadion Olimpiade di Roma pada 2 Desember 2024. (Foto oleh Filippo MONTEFORTE / AFP)

 

TRIBUNNEWS.COM - Pelatih legendaris asal Negeri Pizza, Claudio Ranieri siap turun gunung jika dibutuhkan Federasi Sepak Bola Italia untuk menjadi allenatore timnas.

Belum lama ini, Ranieri masih bekerja untuk Roma. Ia menjabat sebagai pelatih kepala di tahun 2024 hingga musim panas 2025.

Di bawah kepemimpinannya, Roma yang sempat bersaing di papan tengah bahkan berada di urutan ke-16 mampu finis di peringkat 5 pada akhir klasemen.

Rasio kemenangan tim Serigala Ibukota dari 36 pertandingan mencapai 2,03 poin per laga.

Sukses dengan jangka pendek di Roma, Ranieri kemudian memberikan tongkat estafet kepelatihannya kepada Gasperini. Sedangkan dia didapuk sebagai konsultan klub.

Namun tidak bertahan lama sampai April 2026, dan kini ia sedang dalam masa kebebasan tanpa terikat kontrak.

Di sisi lain, timnas Italia tengah membutuhkan sosok yang bisa menjadi nahkoda karena selama ini berjalannya 'kapal' tanpa arah dengan hasil berupa kegagalan lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, dan menjadi yang ketiga secara berturut-turut.

Italia adalah tim pemenang Piala Dunia pertama yang mencapai kegagalan tersebut.

"Sebelumnya saya menolak karena sudah punya pekerjaan, tetapi sekarang saya bebas," ucap Ranieri kepada Sky Sports, dilansir Football Italia.

"Jika dipanggil oleh negara, Anda harus mengatakan ya," tambahnya.

Sebagian pihak di Italia menilai Ranieri adalah sosok yang tepat berada di balik kemudi untuk mningkatkan performa timnas.

Pelatih berusia 74 tahun tersebut memiliki track record yang bagus selama berkarier di Italia.

Bahkan saat menjajaki kaki di tanah Inggris, ia mampu menyulap Leicester City menjadi raksasa dengan memenangkan trofi mahkota pada musim 2015/2016.

Banyak yang tidak menyangka Leiceter bisa keluar sebagai juara Liga Inggris di akhir musim pada saat itu.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini