Catatan tersebut menjadikan Emil sebagai salah satu kiper terbaik di antara klub-klub papan bawah Serie A musim ini.
Baca juga: Pesta Scudetto Manis Inter Milan, Serba Pertama dari Dua Kepala
Sayangnya, performa apik Emil belum sepenuhnya diimbangi konsistensi tim secara keseluruhan.
Dalam beberapa bulan terakhir, Cremonese mengalami penurunan performa drastis.
Mereka sempat melalui periode buruk dengan hanya meraih satu kemenangan dari 10 pertandingan liga.
Kondisi itu membuat ancaman degradasi terus menghantui klub milik pengusaha Indonesia tersebut hingga pekan terakhir kompetisi.
Ironisnya, pada awal musim Cremonese sempat tampil cukup menjanjikan usai promosi ke Serie A.
Bahkan mereka beberapa kali merepotkan tim besar Italia dan menjauh dari zona merah.
Namun inkonsistensi performa membuat posisi mereka perlahan merosot.
Kini seluruh harapan bertumpu pada laga terakhir musim ini.
Dijadwalkan, Cremonese akan menghadapi Como, pada Senin (25/5/2026) pukul 01.45 WIB.
Sedangkan Lecce akan menghadapi Genoa di waktu yang bersamaan.
Kabar buruk bagi Cremonese, Como masih bernafsu menang pada pekan terakhir karena termotivasi tiket Liga Champions Eropa.
Pasukan Cesc Fabregas saat ini menghuni peringkat lima dengan 68 poin, berjarak dua poin dari zona Liga Champions.
Como akan mendapatkan tiket premium itu apabila menang atas Cremonese, sembari berharap AC Milan dan Roma terpeleset.
Jadi, duel Cremonese vs Como akan menjadi laga krusial dengan beda kepentingan.
Baca tanpa iklan