TRIBUNNEWS.COM - Legenda sepak bola Prancis, Thierry Henry memberikan pembelaan emosional terhadap Cristiano Ronaldo setelah sang megabintang menangis usai membawa Al Nassr menjuarai Liga Arab Saudi 2025/2026.
Cristiano Ronaldo akhirnya merasakan gelar juara bersama Al Nassr usai menang 4-1 kontra Damac, Jumat (22/5) dini hari WIB.
Raihan tiga poin penuh itu membuat Al Nassr kokoh di puncak klasemen Liga Arab Saudi 2025/2026 dengan perolehan 86 poin, unggul dua angka dari Al Hilal.
Terdapat momen haru menjelang Al Nassr memastikan diri menjadi juara.
Mata Cristiano Ronaldo terlihat berkaca-kaca setelah mencetak gol kedua pada menit ke-80 yang membuat Al Nassr memastikan diri menang 4-1.
Henry menilai banyak orang salah memahami momen emosional Ronaldo tersebut.
Menurut mantan striker Arsenal dan Barcelona itu, tangisan Ronaldo justru menunjukkan mentalitas luar biasa yang membuatnya mampu bertahan di level tertinggi selama hampir dua dekade.
"Banyak orang melihat Cristiano Ronaldo menangis setelah memenangkan gelar Liga Pro Saudi dan mengejeknya karena tempat dia bermain sekarang," ujar Henry, dikutip dari Thairath.
"Tetapi bagi saya, momen itu dengan jelas menjelaskan mengapa dia telah menjadi salah satu atlet terhebat yang pernah kita lihat."
Baca juga: Hadiah Al Nassr Juara Liga Arab Saudi: Nominalnya Tak Sebanding dengan Gaji Cristiano Ronaldo
Henry menegaskan bahwa Ronaldo sebenarnya sudah tidak perlu lagi membuktikan apa pun kepada dunia sepak bola.
Ia menyebut Ronaldo sudah memenangkan hampir semua trofi besar sepanjang kariernya.
Mulai dari Liga Champions, Ballon d'Or, gelar liga di Inggris, Spanyol, hingga Italia, sampai trofi internasional bersama Portugal.
Namun di usia 41 tahun, Ronaldo masih menunjukkan gairah yang sama seperti saat memulai karier profesionalnya di Sporting Lisbon.
"Di usia 41 tahun, dia masih merayakan kemenangan dengan emosi, komitmen, dan antusiasme yang sama seperti saat masih remaja di Sporting Lisbon. Itu tidak normal," lanjut Henry.
"Sebagian besar pemain kehilangan semangat itu setelah memenangkan satu atau dua trofi besar, tetapi Cristiano Ronaldo tidak pernah kehilangan rasa lapar tersebut."
Baca tanpa iklan