TRIBUNNEWS.COM - Predikat "Raja Tanpa Mahkota" yang selama ini melekat pada Timnas Belanda nyatanya bukan tanpa sebuah alasan.
Sebutan itu lahir dari kombinasi antara kehebatan Timnas Belanda saat berlaga di turnamen elit, termasuk Piala Dunia.
Namun pada waktu bersamaan, di balik kehebatan tersebut, Belanda kerapkali mengalami crash di momen perebutan gelar juara.
Hal itulah dibuktikan dengan rekam jejak Belanda yang tercatat sudah tiga kali tembus ke final Piala Dunia.
Masing-masing pada tahun 1974, 1978, dan 2010.
Apesnya, dalam tiga final tersebut, Belanda sama-sama kalah, dan akhirnya gagal menjadi juara.
Belanda pun harus menerima kenyataan pahit yakni menyandang predikat pecundang sejati di final Piala Dunia dalam tiga edisi berbeda.
Baca juga: Profil Ronald Koeman, Nakhoda Belanda yang Dibebani Status Raja Tanpa Mahkota di Piala Dunia
Kini, tepat di Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung 11 Juni s/d 19 Juli 2026 di tiga negara yang berbeda.
Belanda akan mencoba peruntungannya untuk bisa menghapus status raja tanpa mahkota yang selama ini melekat pada timnya.
Di bawah komando pelatih Ronald Koeman yang juga merupakan legenda sepak bola negara tersebut.
Belanda akan memulai perjuangannya dari Grup F bersaing dengan Jepang, Swedia dan Tunisia di babak penyisihan grup.
Di atas kertas, Belanda yang pada edisi Piala Dunia sebelumnya mentok di perempat final, seharusnya bisa melaju mulus dari fase grup.
Menilik skuad Belanda yang telah dipanggil Ronald Koeman, De Oranye punya bekal mumpuni untuk bisa berbicara banyak di Piala Dunia 2026.
Kombinasi pemain muda dengan sosok pemain berpengalaman, menjadi combo maut Belanda di Piala Dunia edisi kali ini.
Virgil Van Dijk selaku kapten utama jelas menjadi pilar utama Belanda agar bisa melaju sejauh mungkin di turnamen ini.
Baca tanpa iklan