TRIBUNNEWS.COM - Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen terakhir Didier Deschamps bersama Timnas Prancis.
Di balik status perpisahan tersebut, ada peluang sejarah luar biasa yang kini sedang menanti pelatih berjuluk "DD" itu.
Jika berhasil membawa Prancis kembali mencapai final, Deschamps akan menjadi pelatih pertama dalam sejarah yang mampu menembus tiga final Piala Dunia secara beruntun.
Dan jika Les Bleus keluar sebagai juara, Deschamps akan menciptakan rekor yang belum pernah disentuh siapa pun: memenangkan Piala Dunia dua kali sebagai pelatih dan sekali sebagai pemain.
Ekspektasi terhadap Prancis memang kembali sangat tinggi jelang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Status juara dunia 2018 dan finalis 2022 membuat publik Prancis otomatis berharap Kylian Mbappe dan kawan-kawan kembali melaju jauh hingga pertengahan Juli.
Deschamps pun sadar tekanan tersebut kini menjadi bagian dari identitas Timnas Prancis.
"Kami membangun ekspektasi itu lewat hasil yang kami raih," ujar Deschamps dalam wawancaranya kepada FIFA.
"Kami juara pada 2018 dan mencapai final pada 2022, jadi para pendukung tentu berharap Prancis masih bertahan hingga pertengahan Juli nanti," lanjutnya.
Baca juga: 6 Negara Jagoan Para Kepala Daerah di Piala Dunia 2026: Argentina Favorit, Brasil-Prancis Berpeluang
Meski demikian, Deschamps tetap mencoba realistis. Ia tahu status favorit tidak menjamin apa pun di Piala Dunia.
"Kami memang salah satu dari 10 atau 12 negara yang realistis bermimpi menjadi juara dunia. Tetapi tahu berapa yang akan menjadi juara di akhir? Hanya satu," katanya.
"Itu berarti setidaknya ada 11 negara yang akan pulang dengan kekecewaan," katanya.
Prancis memang datang dengan kekuatan menyerang yang mengerikan.
Ousmane Dembele baru saja membantu Paris Saint-Germain (PSG) mempertahankan gelar Liga Champions, sementara Michael Olise tampil impresif bersama Bayern Munchen.
Baca tanpa iklan