TRIBUNNEWS.COM - Untuk Piala Dunia 2026, musim kompetisi 2026/2027, dan seterusnya, Badan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) akan menerapkan sejumlah perubahan pada peraturan permainan.
"IFAB telah menyetujui serangkaian perubahan penting pada Peraturan Permainan dan Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen besar pertama yang menggunakannya," ungkap Kepala Petugas Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, dikutip dari Aljazeera.
"Amandemen ini bertujuan untuk mengatasi diskriminasi, mengurangi pemborosan waktu, meningkatkan tempo pertandingan, dan meningkatkan pengalaman pemain dan penggemar," sambungnya.
Lalu, apa saja yang berubah?
1. Pemain Menutup Mulut Selama Pertandingan
Dalam situasi ini sanksinya cukup tegas. Pemain yang menutupi mulutnya dengan tangan, lengan, atau baju dalam situasi konfrontasi akan menerima kartu merah.
Namun, pemain yang menutupi mulutnya saat berbincang rama dengan rekan satu tim dan lawan tidak akan dihukum.
Aturan ini diberlakukan setelah melihat insiden diskriminatif pemain Benfica, Gianluca Prestianni terhadap Vinicius Jr dalam pertandingan Liga Champions.
2. Meninggalkan Lapangan Sebagai Bentuk Protes
Pemain yang meninggalkan lapangan untuk memprotes keputusan wasit akan dikenai kartu merah. Aturan ini juga berlaku untuk setiap ofisial tim yang menghasut pemain untuk meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Ubah Peta Kekuatan Piala Dunia, Rasiman: Inggris Mudah Keok vs Tim Amerika Latin
Tim yang menyebabkan pertandingan dihentikan akan dinyatakan kalah.
Aturan ini diberlakukan menyusul insiden Senegal di final Piala Afrika saat melawan Maroko. Para pemain Senegal meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes atas penalti yang diberikan wasit.
3. Hitungan Mundur Lemparan ke Dalam dan Tendangan Gawang
Wasit akan memulai hitungan mundur lima detik dengan mengangkat tangan. Untuk lemparan ke dalam, jika bola tidak dalam permainan pada akhir hitungan mundur, lemparan ke dalam akan diberikan kepada lawan.
Baca tanpa iklan