Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding format sebelumnya yang hanya melibatkan 32 tim.
Perubahan format tersebut kemudian menjadi perhatian beberapa pihak.
Pengamat sepak bola dari Spietalg Indonesia, Adrian, menilai bahwa format baru itu pada dasarnya hanya memperpanjang fase gugur, meski tetap membuat turnamen terasa lebih menarik.
"Ini sebenarnya hanya menunda klimaks saja," ujar Adrian, dalam podcast Tribunnews berjudul "SUPER TAKTIK: Peta Kekuatan Piala Dunia 2026 hingga Mimpi Timnas Indonesia".
Ia menambahkan, hadirnya lebih banyak peserta memberikan warna baru dalam turnamen, termasuk tim-tim yang kembali tampil setelah lama absen maupun negara yang baru pertama kali lolos ke Piala Dunia.
"Banyak negara yang baru pertama kali main atau sudah lama sekali absen," katanya.
Adrian juga menyoroti tantangan kebugaran pemain, mengingat sejumlah liga top Eropa baru saja selesai sebelum turnamen dimulai.
"Favorit juara harus benar-benar mengatur fisik pemain supaya tetap fresh sampai fase gugur," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Isnaini)
Baca tanpa iklan