TRIBUNNEWS.COM - Pada 9 Desember 2024 lalu, seorang anak muda dari klub Persis Solo tampil debut mengenakan seragam Timnas Indonesia di level senior. Dia adalah Arkhan Kaka.
Arkhan Kaka tampil saat Timnas Indonesia melawan Myanmar di Stadion Thuwuna, Yangon dalam usia 17 tahun, 3 bulan, tujuh hari.
Usia tersebut melewati usia termuda yang pernah dipegang oleh Ronaldo Kwateh saat debut dengan skuad Garuda.
Setelah hampir dua tahun, belum ada lagi sosok yang bisa menggantikan keduanya, sebelum akhirnya muncul sosok pemain keturunan Indonesia-Australia, Mathew Baker.
Baker sejatinya masuk ke dalam skuad Nova Arianto untuk Timnas U19 Indonesia yang berlaga di Piala AFF U19 2026.
Gelaran tersebut berlangsung di Medan dari 1-13 Juni 2026.
Namun, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman meminta izin kepada Nova agar bek andalannya tersebut dilepas ke tim senior untuk mendapatkan pengalaman yang lebih banyak.
John menilai, Baker memiliki bakat, potensi, dan kualitas teknis, maupun mentalitas yang sesuai dan dibutuhkan oleh skuad Garuda saat ini.
Dia adalah prospek jangka panjang untuk Timnas Indonesia di masa depan.
Dengan program 'strategi akselerasi', John Herdman ingin memberikan kesempatan kepada Mathew Baker untuk menjalani latihan dengan skuad senior Timnas Indonesia.
Bukan tanpa alasan, mantan pelatih timnas Kanada itu dibuat terkesan dengan penampilan Mathew saat dirinya menjalani pemusatan latihan Mei lalu.
"Mathew Baker menunjukkan banyak hal yang kami cari saat mengikuti pemusatan latihan pada bulan Mei," ucap Herdman pada 2 Juni lalu di sela sesi latihan Timnas Indonesia di Stadion Madya, Senayan, Jakarta.
"Dia memberikan kesan yang sangat baik kepada kami. Semakin muda seorang pemain memulai karier internasionalnya, semakin besar peluangnya untuk berkembang ke level berikutnya," tambah Herdman.
Kesempatan ini menjadi peluang berharga bagi Mathew Baker, dia dikeliling oleh para pemain berpengalaman yang bermain di Eropa, terutama di lini pertahanan.
Baca tanpa iklan