Bek Prancis, Lucas Hernandez juga tidak mengambil pusing hasil tersebut, karena ini hanya bagian dari persiapan.
"Kami selalu ingin menang, tetapi kami sedang dalam fase persiapan, dan ada banyak pergantian pemain," bebernya.
"Kami dalam suasana hati yang baik," tambahnya.
Di babak pertama, Prancis cukup mendominasi permainan sehingga terciptanya gol Cherki.
Namun dalam 45 menit kedua dengan pergantian pemain yang dilakukan memengaruhi stabilitas performa Prancis di lapangan.
Menurutnya, Pantai Gading memiliki karakter yang sama dengan lawan yang akan mereka hadapi di babak penyisihan Grup I Piala Dunia 2026 nanti dengan menghadapi Senegal.
"Kekalahan tidak pernah menyenangkan, meskipun kami melakukan beberapa hal baik di babak pertama," katanya.
"Di babak kedua kami melakukan banyak perubahan, tetapi itu bukan alasan. kami tidak sebaik setelah jeda, dan mereka bermain dengan tempo yang cepat."
"Kita akan menghadapi tim dengan tipe yang sama pada tanggal 16 Juni (lawan Senegal, 17 Juni WIB)," jelasnya.
Kekalahan ini menjadi alarm sekaligus pengingat bagi Prancis untuk tidak melakukan kesalahan yang sama pada pertandingan perdana nanti.
"Ini adalah pengingat, jika kita membutuhkannya, untuk tidak berpikir bahwa kita lebih baik dari yang sebenarnya," tutupnya.
Grup Tersulit
Pengamat sepak bola dari Spieltag Indonesia, Adrian saat melakukan podcast dengan Tribunnews pada Minggu (31/5) mengungkapkan, Prancis dikelilingi oleh lawan-lawan yang sulit.
Menurut Adrian, Grup I yang berisikan Prancis, Senegal, Norwegia, dan Irak adalah grup yang paling berat.
Senegal merupakan jawara Piala Afrika tahun 2025, kemudian ada Norwegia yang menjadi pemuncak klasemen yang mengalahkan Italia dengan skor mencolok 4-0 di Negeri Pizza.
Kemudian ada Irak yang belum lama ini juga melakoni laga uji coba melawan raksasa Eropa juara Piala Eropa 2024, Spanyol dengan hasil imbang 1-1.
Baca tanpa iklan