TRIBUNNEWS.COM - Timnas Ghana dipastikan tanpa Thomas Partey saat menghadapi Panama pada laga perdana Grup L Piala Dunia 2026 setelah permohonan visa gelandang tersebut untuk masuk ke Kanada ditolak.
Kepastian itu diumumkan FIFA menjelang pertandingan Ghana vs Panama yang akan berlangsung di Toronto pada Kamis (18/6/2026) pukul 06.00 WIB.
Absennya Partey menjadi pukulan bagi Ghana yang tengah berupaya mengawali turnamen dengan hasil positif.
"FIFA dapat mengonfirmasi bahwa pemain Thomas Partey tidak dapat melakukan perjalanan dari markas Ghana di Boston, Amerika Serikat, ke Kanada untuk pertandingan pertama mereka melawan Panama karena permohonan visanya telah ditolak oleh pemerintah Kanada," demikian pernyataan juru bicara FIFA, dikutip dari Sportbible.
Visa memang menjadi salah satu masalah dari sekian banyak pelomik di Piala Dunia 2026 yang digelar di tiga negara kali ini.
Dalam podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah yang menghadirkan Arnan Binafsihi (Wakil Ketua Umum Oranje Indonesia) dan Adrian (Spieltag Indonesia) turut membahas berbagai polemik di Piala Dunia 2026.
Selain Visa, Adrian juga menyoroti mahalnya tiket untuk menonton pertandingan hingga panasnya hubungan Iran-Amerika Serikat akibat perang.
"Cuma memang kondisi AS yang banyak perubahan aturan, terutama imigrasi (visa) yang beberapa negara diblacklist," kata Adrian.
"Ditambah tiket pertandingan sangat mahal melebihi edisi sebelumnya di Qatar. Ditambah hubungannya dengan Iran dengan AS yang belum membaik," jelas Adrian.
FIFA juga menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan dalam proses penerbitan visa negara tuan rumah.
"FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk urusan visa. Pemerintah tuan rumah memiliki kewenangan penuh untuk menentukan siapa yang diberikan izin masuk ke wilayah mereka," tambah juru bicara FIFA tersebut.
Hingga kini, pemerintah Kanada belum memberikan penjelasan resmi terkait alasan penolakan visa tersebut.
Namun, nama Partey memang tengah menjadi sorotan setelah dijadwalkan menjalani persidangan di London atas sejumlah tuduhan pemerkosaan dan penyerangan seksual yang melibatkan empat wanita berbeda dalam periode 2020 hingga 2022.
Pemain berusia 32 tahun itu membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Baca juga: Timnas Argentina dapat Angin Segar Jelang Piala Dunia 2026, Dibu Martinez Pulih
Kuasa hukumnya, Jenny Wiltshire, menegaskan bahwa Partey telah bekerja sama dengan pihak berwenang selama proses hukum berlangsung.
Baca tanpa iklan