Terlepas dari apapun yang ada di kepala Koeman, ia dan pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, pada akhirnya memetik satu poin bagi tim asuhan masing-masing.
Bagi Belanda, hasil imbang ini sebenarnya terasa seperti sebuah kekalahan.
Tak sedikit pihak yang meragukan keputusan yang diambil pelatih Ronald Koeman ketika timnya unggul 2-1.
Ia memilih memasukkan beberapa pemain dengan karakteristik bertahan, seperti Nathan Ake dan Teun Koopmeiners untuk menggantikan Summervile yang berposisi sebagai pemain depan.
Ake juga masuk sebagai pemain pengganti menggantikan Ryan Gravenberch yang berposisi di sektor tengah.
Alhasil, Belanda cukup kesulitan menyalurkan bola ke area depan.
Mereka pada akhirnya malah kebobolan dari skema sepak pojok yang luput dari antisipasi pemain belakang.
Jalan yang harus ditempuh Belanda dan Jepang di Grup F juga masih cukup lapang.
Mereka masih sama-sama berpeluang menjadi juara grup atau runner up sekalipun.
Pada saat yang sama, mereka juga tetap harus memandang calon lawan yang akan dihadapi di pertandingan selanjutnya.
Masih ada Swedia dan Tunisia yang antre menjadi lawan bagi kedua tim.
(Tribunnews.com/Guruh)
Baca tanpa iklan