TRIBUNNEWS.COM - Kylian Mbappe merespons 'teguran' Ousmane Dembele lewat sebuah janji manis untuk membuktikan tekadnya bersama timnas Prancis pada Piala Dunia 2026.
Tergabung di Grup I bersama Norwegia, Senegal, dan Irak, Prancis menjadi yang paling disorot. Sebagai favorit juara Piala Dunia 2026, skuad Les Bleus besutan Didier Deschamps 'dikuliti', baik dari internal dan kondisi skuad.
Satu di antarnya ialah Kylian Mbappe, yang pada musim 2025/2026 memiliki serangkaian kontroversi.
Egonya yang sulit dikontrol, membuat Mbappe bak pisau bermata dua dalam genggaman Didier Deschamps.
"Mbappe itu ketika namanya muncul merupakan pemain bernomor 7 yang beroperasi sebagai winger. Di Piala Dunia sekarang, dia menjadi nomor 9, target-man," ujar Gigih dalam opininya di podcast Super Taktik berjudul "Prediksi Grup G-L Piala Dunia 2026, Grupnya Para Calon Juara" di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Mbappe jelas akan menjadi tumpuan dari Deschamps, dia itu tipikal pelatih mirip Ancelotti. Yakni memiliki pemain kunci dan membangun tim di sekeliling pemain kunci itu."
"Masalah ego yang akan menjadi tantangan bagi Deschamps. Ini yang akan menjadi faktor x, apakah Prancis bisa melaju jauh atau enggak. Tetapi jika ditanya apakah Prancis masih favorit? Masih favorit," sambung pria yang mengidolakan klub Liga Inggris, Manchester United.
Selain tindakannya meninggalkan kamp timnas untuk menemui sang kekasih hingga bersitegang dengan N'Golo Kante, momen Mbappe yang paling menarik disorot ialah teguran yang didapat dari Ousmane Dembele.
Kompatriotnya itu menginginkan Kylian Mbappe lebih banyak berkontribusi dalam bertahan, dan tidak hanya fokus menyerang.
Jawaban Mbappe Berupa Janji Manis
Menjelang laga perdana Grup I melawan Senegal pada Rabu (17/6), penyerang Real Madrid tersebut secara terbuka menanggapi kritik yang selama ini mengarah pada minimnya keterlibatan dirinya saat tim kehilangan penguasaan bola.
Mbappe menilai dirinya harus berkembang menjadi pemain yang lebih komplet jika ingin membawa Prancis melangkah jauh di turnamen yang kini diikuti 48 negara itu.
Dalam wawancara bersama Le Parisien, Mbappe mengungkapkan kesiapannya untuk bekerja lebih keras dalam fase bertahan.
Baca juga: Jude Bellingham Punya Sesuatu yang Membuat Inggris Berbeda di Piala Dunia 2026
Menurutnya, peningkatan di sektor tersebut menjadi kebutuhan penting bagi tim dan bagian dari tanggung jawabnya sebagai pemimpin skuad.
"Saya harus mengambil langkah berikutnya dalam aspek pertahanan. Saya siap melakukannya karena saya sangat ingin memenangkan Piala Dunia. Ini penting bagi tim dan saya merasa harus berkembang di area itu," ujar Mbappe.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa pemain berusia 27 tahun itu tidak menutup mata terhadap kritik yang diterimanya.
Baca tanpa iklan