News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ketentuan Kandungan Lokal Smartpone 40 Persen Bikin Amerika Gusar

Editor: Fajar Anjungroso
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Berbagai produk seluler dan barang elektronik seperti komputer dan gadget terbaru ditampilkan pada pameran Indonesia Cellular Show (ICS) 2013 di JCC, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2013). Pameran perangkat seluler yang berlangsung dari 12 hingga 16 Juni ini digabung dengan pameran Festival Komputer Indonesia (FKI) 2013 dan terdapat 23 perusahaan yang berpartisipasi. Ajang ICS tahun ini mengusung tema Small Things Infinite Possibility . Tema tersebut ingin mengangkat peran penting telepon seluler yang saat ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Amerika Serikat (AS) "kebakaran jenggot" menghadapi Indonesia yang mensyaratkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) 40 persen. Mereka pun menekankan agar regulasi tersebut diperlunak.

Regulasi yang dimaksud rencananya diberlakukan mulai 1 Januari 2017 yang akan datang. Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia (Menkominfo) Rudiantara menetapkan smartphone impor yang tidak memenuhi TKDN 40 persen dilarang masuk ke Indonesia.

Saat ini, Badan Perwakilan Dagang AS badan yang menangani negosiasi dagang AS dengan Indonesia tengah membahas masalah TKDN dengan pejabat berwenang serta dalam forum-forum multinasional. Mereka keberatan dengan aturan tersebut.

Kritik terhadap aturan "made in Indonesia" itu, termasuk dari grup bisnis berpengaruh di AS, menyatakan efeknya bisa meningkatkan biaya serta menyulitkan akses terhadap teknologi.

"AS merasa prihatin dan sangat mendukung kepastian bahwa teknologi informasi dan komunikasi, yang berperan penting pada perkembangan ekonomi dapat diakses secara terbuka di Indonesia," ujar juru bicara kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat di Indonesia, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (24/2/2015).

Jumlah pengguna smartphone Indonesia terhitung kurang dari sepertiga total penduduknya. Sementara itu di Tiongkok, pengguna ponsel pintar terhitung sudah 80 persen dari total penduduknya.

Jumlah pengguna di Indonesia memang lebih rendah dari Tiongkok, namun menurut lembaga riset pasar Canalys, justru itu berarti potensi pembelinya masih menggiurkan. Potensi pembeli itulah yang memikat perusahaan raksasa seperti Apple dan Samsung.

Di sisi lain, aturan mengenai TKDN akan menyulitkan perusahaan seperti mereka masuk ke Indonesia yang "haus" smartphone canggih. Saat aturan tersebut berlaku, mereka hanya punya pilihan untuk membangun pabrik atau mencari rekanan perakitan domestik.

Foxconn, salah satu pemasok utama Apple, tahun lalu sempat berniat mendirikan pabrik khusus ponsel di Indonesia. Namun hingga kini perkembangannya masih lambat. Sementara itu Samsung dikabarkan telah mulai memproduksi ponsel di Indonesia. Mereka telah membuka pabrik di dekat Jakarta, tahun lalu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini