TRIBUNNEWS.COM - Meta telah merilis Muse Spark, model bahasa besar pertama dari Meta Superintelligence Labs, yang menandai arah baru bagi kemampuan AI perusahaan tersebut.
Mengutip Global Data, Muse Spark kini menjadi fondasi fungsionalitas terbaru dalam asisten Meta AI, yang dirilis secara publik melalui aplikasi Meta AI dan platform meta.ai.
Ini menandai masuknya Meta ke dalam pendekatan pengembangan model bertahap, di mana setiap generasi seri Muse dirancang untuk menawarkan peningkatan bertahap sekaligus perubahan mendasar dalam skala model.
Perusahaan menyatakan bahwa siklus pengembangan Muse Spark berlangsung selama sembilan bulan, di mana Meta Superintelligence Labs membangun ulang seluruh tumpukan AI milik Meta.
Muse Spark dirancang untuk memberikan respons cepat terhadap pertanyaan sekaligus memiliki kompleksitas yang cukup untuk menjawab pertanyaan di bidang sains, matematika, dan kesehatan.
Arsitekturnya mengutamakan efisiensi kinerja dan berfungsi sebagai dasar bagi model-model berskala lebih besar yang sedang dalam pengembangan.
Penerapan Muse Spark membawa perubahan besar pada cara kerja asisten Meta AI. Pengguna kini berinteraksi dengan asisten yang telah ditingkatkan dan mampu beralih antara mode respons cepat atau penalaran mendalam sesuai kebutuhan.
Baca juga: Google Perkuat Fitur Kesehatan Mental di Gemini, Tambah Akses Hotline Krisis
Desain sistem ini memperkenalkan alur kerja paralel.
Asisten dapat mengaktifkan beberapa "subagen" khusus untuk menangani berbagai aspek dari satu pertanyaan secara bersamaan. Misalnya, saat merencanakan liburan keluarga, satu subagen dapat menyusun itinerary yang mungkin, subagen kedua membandingkan destinasi regional, dan subagen lain meneliti aktivitas ramah anak — semuanya bekerja bersamaan untuk mempercepat hasil akhir.
Komponen penting lain dari pembaruan ini adalah diperkenalkannya persepsi multimodal. Model Muse Spark dapat menginterpretasikan dan menganalisis data visual maupun teks.
Menurut Meta, hal ini memungkinkan skenario seperti memotret rak produk untuk mendapatkan informasi gizi, atau memindai suatu barang untuk membandingkannya dengan alternatif yang tersedia.
Kemampuan multimodal ini juga akan diperluas ke perangkat yang dapat dikenakan melalui integrasi Muse Spark ke dalam kacamata bertenaga AI milik Meta.
Meta juga memberikan perhatian khusus pada aplikasi kesehatan dalam peluncuran ini.
Tim pengembang berkolaborasi dengan para dokter untuk menyempurnakan cara Muse Spark menangani topik-topik terkait kesehatan, termasuk mengekstrak informasi dari gambar dan grafik. Meningkatnya ketergantungan publik pada AI untuk informasi layanan kesehatan menjadi faktor pendorong utama fitur-fitur ini.
Selain kesehatan dan pemrosesan visual, Muse Spark juga meningkatkan kemampuan pengkodean visual dalam asisten Meta AI. Pengguna dapat meminta asisten untuk membuat situs web khusus, mini-game, atau dasbor, memanfaatkan kemampuan pembuatan kode yang dimaksudkan untuk langsung digunakan atau dibagikan.
Baca tanpa iklan