News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

SIM Card Smartfren Bisa Dipasang di Lenovo dan Samsung, Terus Andromax?

Editor: Fajar Anjungroso
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Model menunjukkan produk Smartfren Andomax C2s yang baru di luncurkan di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (23/2/2015). Smartphone yang di jual dengan harga Rp 849 ribu ini dilengkapi dengan kamera depan dan belakang serta fitur wide angle menjadi andalan untuk bersaing di pasaran. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Belakangan ini, Smartfren sedang gencar-gencarnya menjalankan strategi open market handset (OMH).

Secara total, sudah ada tiga vendor global yang telah digandeng untuk strategi tersebut, yaitu Samsung, Lenovo, dan Hisense.

OMH sendiri merupakan sebuah upaya dari Smartfren untuk membuat kartu SIM miliknya agar bisa dipasang di ponsel apapun, selama teknologinya mendukung.

Pertanyaan besarnya, bagaimana dengan nasib Andromax, seri smartphone yang melambungkan nama Smartfren?

Apakah anak usaha Sinar Mas Group ini bakal meninggalkan Andromax dan lebih memilih beralih ke perangkat buatan vendor lain?

Menurut Sukaca Purwokardjono, Head Division Device Planning & Management Smartfren, Smartfren akan terus mengembangkan Andromax, meski program OMH terus berjalan.

Alasannya, kedua seri tersebut dianggap memiliki target pasar atau segmen yang berbeda.

"Jalan dua-duanya, Andromax jalan, partner strategis (seperti OMH) juga jalan. Akhirnya di pasar tinggal pilihan saja," tegas Sukaca, (13/1/2016).

Lebih lanjut, Sukaca menjelaskan bahwa OMH lebih ditujukkan untuk pengguna yang sudah kadung setia dengan brand tertentu.

Pengguna seperti ini dikatakan tidak akan terlalu peduli dengan spesifikasi dan harga. Yang penting bisa mendapatkan brand yang diinginkan.

Andromax sendiri adalah sebuah seri smartphone yang dikembangkan langsung oleh Smartfren.

Sukaca membeberkan, Andromax awalnya merupakan upaya untuk menghadirkan perangkat yang mendukung CDMA, jaringan seluler yang didukung operator tersebut.

Pada perkembangannya, Andromax juga ditujukan sebagai upaya Smartfren memancing pelanggan berpindah ke 4G.

"Waktu itu, Andromax dibuat karena supply handset sangat limited buat CMDA, yakni di bawah 2 persen," pungkas Sukaca.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini