Sayangnya, fitur ini belum maksimal lantaran masih ada noise saat mengambil gambar di malam hari atau kondisi cahayanya redup.
Ada beberapa mode yang tersedia di kamera seperti Panorama, Pro, Beauty, Live Focus, Auto, Stickers, dan Continuous Shot.
Saat mencoba mode Continuous Shot, nyaris tidak ada shutter lag sehingga pengambilan gambar sangat mulus dan lancar jaya.
Layar
Galaxy M20 dikaruniai layar dengan bentangan 6,3 inch resolusi 1.080 x 2.340 pixel dan kepadatan pixel 409 ppi serta rasio 19,5:9.
Jenis layarnya adalah panel LPS (Panel to Line Switching) TFT yang disebut-sebut sebagai penyempurnaan teknologi IPS (In Panel Switching) ala Samsung dengan brightness 10% lebih baik.
Klaim itu bisa dibuktikan dengan ketajaman semburan warna-warni di layarnya yang tajam, bening, dan lebih hidup.
Bila dilihat dari layarnya yang berponi, sekilas jadi mirip dengan ponsel vendor China. Tapi sah-sah saja kok.
Performa
Daleman Galaxy M20 mengandalkan CPU 1.8 GHz Dual Core (Cortex A73) + 1.6 GHz Hexa-core (Cortex-A53) yang bekerja bareng GPU Mali-G71 MP2 yang didukung besaran RAM 3GB.
Racikan ini terbilang mumpuni untuk meladeni aktivitas multitasking yang ringan. Beda saat sudah buka aplikasi kebanyakan, kinerjanya jadi menurun.
Begitu pun saat main game berat yang popular macam PUBG atau pun Free Fire, ada sedikit lag tapi tak begitu menganggu.
Dari semua itu, Galaxy M20 masih setia berjalan di OS Android Oreo, belum yang terbaru yakni Android Pie.
Saat disinggung ini, Samsung janji dalam waktu dekat bakal kebagian OS Android Pie.
Secara garis besar, Galaxy M20 patut jadi pertimbangan bagi yang menginginkan ponsel yang jauh dari ketergantungan terhadap power bank.
Praktis, Galaxy M20 bisa mengurangi daftar barang bawaan dengan memensiunkan powerbank!
Baca tanpa iklan