Dirinya melanjutkan, ponsel yang dibeli selama ini tidak lebih dari Rp 3.000.000 per unit. Dia juga selalu bertansaksi secara tunai dan tidak pernah menggunakan kartu kredit sama sekali untuk pembelian ponsel.
“Saya menyesuaikan saja dengan pendapatan, bagaimana gaya hidup saja. Kalau saya pribadi, mencari ponsel sesuai kebutuhan dan fungsi, bukan gengsi,” imbuhnya.
Dirinya berpandangan, ponsel premium yang dibanderol harga selangit tetap akan memiliki peminat. Sebab, saat ini kebutuhan gawai sudah seperti kebutuhan pokok. Penemuan tenologi ini pula telah mengubah waktu, zaman,dan masyarakatnya.
Reporter: Ratih Waseso
Artikel ini tayang di Kontan dengan judul Penjualan ponsel Rp 10 juta sampai Rp 25 juta masih laku keras
Baca tanpa iklan