News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Era Pandemi Kaum Milenial dan Perempuan Harus Melek Teknologi

Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (DPPM UI) kegiatan pengabdian masyarakat terkait creative digital marketing kepada para pelaku UKM.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (DPPM UI) mendorong kaum milenial dan perempuan pelaku UKM di Kota Depok melek teknologi dalam berwirausaha.

Hal ini agar pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) milenial dan perempuan dapat meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga di masa pandemi Covid-19.

Ketua Program Studi Produksi Media Vokasi UI, Rahmi Setiawati mengatakan kondisi pandemi membuat pelaku UKM perlu mengubah strategi agar dapat bertahan dalam menjalankan usahanya. Diperlukan strategi baru melalui pendekatan teknologi pada usahanya.

Baca juga: 360 Sekolah di 10 Kawasan Sukses Adopsi Teknologi Digital

Untuk itu, perlu dilakukan kegiatan yang bertujuan memberikan peningkatan kapasitas kemandirian bagi para pelaku UKM, salah satunya dengan melakukan pelatihan tentang creative digital marketing.  

"Tujuan kegiatan ini di antaranya membangun kesadaran wirausaha dengan menerapkan perkembangan teknologi digital yang menyebabkan produk dengan cepat diterima oleh pangsa pasar dan dapat diakses melalui platform digital," ujar Rahmi dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tribun, Minggu (26/12/2021).

Sebagai tahap awal kegiatan lanjut Rahmi telah dilakukan pemetaan potensi masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Cimanggis dan Sukmajaya Kota Depok, Jawa Barat.

Sasaran untuk wilayah Cimanggis adalah mendorong peningkatan kapasitas kelompok milenial untuk berwirausaha melalui kegiatan bersama dengan lembaga pendidikan non formal Bina Mutu Bangsa.

Kaum milenial Cimanggis diberi pelatihan tentang membangun kemasan makanan dan penentuan nama atau merek pada produk kuliner yang dihasilkan.

Dari Bina Mutu Bangsa juga melatih mereka keterampilan memasak untuk produk kuliner, yaitu bakso malang.

Sedangkan program untuk Kecamatan Sukmajaya sasarannya adalah kelompok perempuan, dengan dominan adalah ibu-ibu melalui komunitas rajutan.

Mereka diberi pelatihan tentang marketing digital sehingga produk hasil rajutan dapat menjangkau pangsa pasar yang lebih luas.

Sementara materi keterampilan fokus pada teknik merajut bekerja sama dengan Charlie Rajut.

Baca juga: Citra Satelit dan Intelijen AS Ungkap Arab Saudi Buat Teknologi Rudal Balistik dengan Bantuan China

"Pengembangan produk kuliner dan rajutan dilakukan dengan memberikan pengetahuan tentang mengembangkan produk yang kreatif dan marketplace untuk mengembang produk para pelaku UKM," kata Rahmi.

Menurut Rahmi, dampak dari program ini akan dapat dirasakan secara langsung manfaatnya, baik secara mikro yaitu peningkatan kemandirian dan kesejahteraan keluarga, maupun secara makro yakni memberikan peningkatan ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini