News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Taiwan Ancam Beri Sanksi kepada Rusia, Bakal Batasi Peredaran Chip

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi chip semikonduktor. Taiwan Ancam Beri Sanksi kepada Rusia, Bakal Batasi Peredaran Chip

Laporan Wartawan Tribunnews, Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Invasi Rusia terhadap Ukraina membuat negara pimpinan Vladimir Putin mengalami sejumlah sanksi ekonomi.

Tak hanya AS, baru-baru ini Taiwan diketahui ikut menjatuhi sanksi kepada Rusia dengan membatasi peredaran chip buatannya.

Kepala Kementerian Ekonomi Taiwan Wang Mei-hua menyatakan, sanksi tersebut dilayangkan negaranya, setelah Taiwan resmi bergabung dengan AS dalam pemberian sanksi internasional untuk Rusia, pada Jumat (25/2/2022).

Baca juga: Peneliti Manfaatkan Google Maps untuk Melacak Pergerakan Warga Ukraina hingga Pasukan Militer Rusia

Taiwan diketahui menjadi produsen chip terbesar di dunia, dengan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company atau yang kerap disapa TSMC sebagai pabrikan chip andalannya.

“Produsen semikonduktor domestik juga telah menyatakan bahwa mereka akan mematuhi undang-undang dan bekerja sama erat dengan langkah-langkah pemerintah," jelas Wang Mei-hua Menteri Ekonomi Taiwan.

Dilansir dari Reuters, langkah ini diambil Taiwan setelah presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan serangan rudal dan enggan berdamai dengan Ukraina. Akibat aksinya ini Rusia terancam tak bisa lagi mendapat suplai bahan chip dari Taiwan.

Baca juga: Batasi Ketergantungan Impor Gas dari Rusia, Italia Berencana Aktifkan Kembali Pembangkit Batu Bara

Mei-hua menambahkan meskipun Rusia bukan menjadi pasar utama produk dari perdagangan TSMC Taiwan. Namun perusahaan besutan Rusia seperti Baikal, MCST, Yadro, dan STC Module diketahui memasok bahan utama chip mereka dari TSMC Taiwan.

Diharapkan dengan adanya penangguhan chip tersebut dapat melemahkan sistem pertahanan teknologi Rusia sehingga aksi invasi yang dilayangkan Rusia dan Ukraina dapat segera berhenti dan tak lagi menimbulkan korban berjatuhan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini