Sekitar 45,68 persen tweets bersentimen negatif, 39,69 persen bersentimen positif, dan 14,64 persen sisanya bersentimen netral.
“Untuk keperluan analisis ini, kami telah mengumpulkan sejutaan tweets. Kami memakai Natural Language Processing (NLP) untuk melakukan klasifikasi sentimen atas tweets mengenai WFH di Indonesia tersebut,” ujar Adityo Sanjaya.
Isu ini menarik untuk dianalisis karena WFH telah mengubah kultur kerja secara global, tak terkecuali Indonesia.
Baca tanpa iklan