Mengingat selama beberapa bulan terakhir perekonomian logo burung berwarna biru itu terus mengalami guncangan, tercatat selama 2022 pendapatan kuartalan Twitter hanya dapat meraup laba 720 juta dolar.
Jumlah itu berbanding terbalik dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, imbas dari kemerosotan tersebut Twitter bahkan terpaksa memecat ribuan karyawan dan menutup sejumlah cabang demi menekan pembengkakan biaya operasional.
Baca tanpa iklan