Yakni konten sudah tidak menarik atau tidak relevan (64,7 persen responden), tidak memiliki manfaat langsung bagi mereka (70,8 persen), dan bertentangan dengan nilai pribadi mereka (73,6 persen).
Namun, 85 persen responden tetap mengikuti akun brand meskipun mereka sering memposting konten, menandakan bahwa frekuensi posting bukan faktor utama dalam kehilangan pengikut, melainkan kualitas dan relevansi konten.
Menurut Dandy Cahyo, para pemilik merek sangat perlu memperhatikan apa yang menarik perhatian audiens dan juga apa yang membuat mereka betah mengikuti akun media sosial brand.
"Dua hal ini menjadi kunci bagi brand untuk mengembangkan media sosialnya," tegas Dandy Cahyo.(tribunnews/fin)
Baca tanpa iklan