Sudimin menambahkan, ekosistem digital di Indonesia hanya bisa berkelanjutan jika inovasi berjalan seiring dengan keamanan dan etika.
“Etika itu harus dijaga dengan baik. Security juga sama. Apalagi data itu penting, etikanya adalah kita pastikan, mulai dari desain, solusi AI, sampai tahap penggunaannya, semua harus sesuai koridor etis,” tegasnya.
Konferensi ini menghadirkan lebih dari 500 peserta dari lebih 100 perusahaan yang bergerak di sektor perbankan, asuransi, manufaktur, telekomunikasi, hingga distribusi.
Diskusi dan pemaparan para narasumber diharapkan menjadi pijakan bagi dunia usaha dalam menerapkan AI yang aman, etis, sekaligus kompetitif.
Baca tanpa iklan