Gerakan ini lahir dari solidaritas warganet atas sejumlah peristiwa yang menyentuh publik.
Gerakan ini membawa dua simbol warna:
Pink: Biasanya dianggap lembut, namun dalam konteks ini, dimaknai sebagai simbol keberanian rakyat kecil. Terinspirasi dari jilbab berwarna pink milik Ibu Ana, seorang demonstran yang berdiri berani di hadapan aparat di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada 28 Agustus 2025.
Hijau (Green): Menjadi simbol harapan dan solidaritas bagi korban demonstrasi, Affan Kurniawan, yang terlindas kendaraan taktis (rantis) milik polisi.
Gerakan ini juga diperkuat oleh kampanye "17+8 Tuntutan Rakyat", yang menjadi bagian dari tuntutan perubahan sosial dan politik yang lebih adil.
Baca tanpa iklan