News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tata Kelola Platform Digital di Indonesia Masih Reaktif dan Belum Proporsional

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Erik S
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PLATFORM DIGITAL -  Peneliti CfDS Fisipol UGM, Bangkit Adhi Wiguna, menjelaskan bahwa masyarakat masih meragukan apakah keputusan yang diambil platform digital benar-benar bebas dari campur tangan pihak lain. (ist) 

Fokus Kajian

CfDS memiliki tiga bidang utama yang menjadi pilar kegiatan riset dan advokasinya yakni pemerintahan digital yang mengkaji implementasi e-government, keterkaitan media sosial dengan politik, serta literasi digital untuk mendukung transparansi dan efektivitas pemerintahan.

Ekonomi Digital yakni meneliti peran teknologi digital dalam mendorong UMKM, perkembangan fintech, dan potensi e-commerce sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

Juga teknologi masa depan yang membahas peluang dan tantangan dari teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, hingga analitik data, serta implikasinya terhadap masyarakat.

Baca juga: Kemenperin dan JICA Percepat Adopsi Teknologi Digital di Industri Kecil dan Menengah Otomotif

Sebagai pusat kajian, CfDS tidak hanya berfokus pada riset, tetapi juga aktif memperluas dampaknya melalui berbagai kegiatan riset dan publikasi

CfDS menghasilkan studi kasus, laporan penelitian, komentar, hingga infografis populer Digitimes. Kolaborasi riset dengan mitra nasional maupun internasional juga menjadi bagian penting dari aktivitas mereka.

Juga program Pendidikan dan Pelatihan yakni mengembangkan Mata Kuliah Kecerdasan Digital (MKKD) yang terbuka untuk umum, serta program literasi digital Proliner bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN).

CfDS berkomitmen memperjuangkan solusi digital yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat luas melalui rekomendasi dan inisiatif kebijakan.
Prestasi Internasional

Pada 2018, CfDS UGM meraih penghargaan internasional dari World Summit on Information Society (WSIS) di PBB melalui kampanye “Knowledge Building towards Indonesian Digital Society”. Pencapaian ini menegaskan peran CfDS sebagai salah satu motor penggerak literasi dan transformasi digital di Indonesia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini