TRIBUNNEWS.COM - OpenAI akan mengizinkan konten dewasa bagi pengguna ChatGPT yang telah memverifikasi usia mereka di platform tersebut mulai 1 Desember 2025 mendatang, ungkap CEO Sam Altman pada Selasa waktu setempat (14/10/2025).
Langkah ini sekaligus mengakhiri regulasi sebelumnya yang memerketat konten khusus dewasa pada chatbot tersebut untuk melindungi pengguna yang mengalami gangguan kesehatan mental.
"Saat kami menerapkan pembatasan usia secara lebih penuh dan sebagai bagian dari prinsip 'memperlakukan pengguna dewasa sebagai dewasa', kami akan mengizinkan lebih banyak konten, seperti erotika untuk orang dewasa yang telah terverifikasi," tulis Altman dalam sebuah unggahan di X pada hari Selasa.
Altman menjelaskan bahwa OpenAI sebelumnya membuat ChatGPT "cukup ketat" untuk memastikan kehati-hatian terhadap masalah kesehatan mental.
Namun, pendekatan ini justru membuat chatbot menjadi kurang bermanfaat bagi banyak pengguna yang memiliki masalah kesehatan mental.
Menurut Altman, OpenAI terus berupaya mengatasi risiko kesehatan mental yang serius melalui beberapa perubahan di produk mereka.
Upaya tersebut termasuk pengembangan alat baru yang memungkinkan ChatGPT untuk melonggarkan pembatasan secara aman dalam banyak kasus.
Dalam beberapa minggu mendatang, OpenAI juga akan merilis versi terbaru ChatGPT yang memungkinkan pengguna menentukan nada dan kepribadian chatbot sesuai keinginan mereka.
"Jika Anda ingin ChatGPT merespons dengan cara yang sangat manusiawi, atau menggunakan banyak emoji, atau bertindak seperti teman, ChatGPT bisa melakukannya, tetapi hanya jika Anda menginginkannya, bukan karena kami memaksimalkan penggunaan," ujar Altman.
Sementara itu, Meta yang juga mengelola layanan kecerdasan buatan seperti OpenAI justru menerapkan kebijakan yang berbeda.
Pada hari selasa yang sama, perusahaan milik Mark Zuckerberg ini mengumumkan sistem baru untuk membatasi konten yang dapat dilihat oleh pengguna di bawah 18 tahun di Instagram dan alat AI generatifnya.
Adapun Meta menggunakan filter yang terinspirasi dari sistem penilaian film PG-13.
Latar Belakang Perubahan Kebijakan
Perubahan kebijakan ini muncul setelah OpenAI digugat pada awal tahun 2025 oleh orang tua seorang remaja AS yang bunuh diri karena ChatGPT.
Gugatan diajukan oleh Matt dan Maria Raine, orang tua dari Adam Raine yang berusia 16 tahun.
Perkara di pengadillan ini juga merupakan tindakan hukum pertama yang menuduh OpenAI atas kematian akibat kelalaian.
Baca tanpa iklan