Penelitian-penelitian tersebut mencerminkan pendekatan beragam dalam membangun komunitas berkelanjutan — mulai dari mitigasi bencana, pengelolaan limbah, hingga pemberdayaan perempuan dan ketahanan pangan perkotaan.
Berikut lima karya terbaik yang terpilih: “Disaster Resilience Partnership on Inclusive Early Warning System and SIBAR (Flood Information System) in RT.13, Pondok Betung, South Tangerang” – Universitas Budi Luhur; “Transforming Trash into Treasure: Waste Valorization Practise in Sustainable Product Development” – Universitas Mercu Buana; “Empowering Women Waste Bank Managers Through Waste Utilization for Hydroponic Systems at Teratai Waste Bank, Depok” – Universitas Sahid.
Kemudian “Capacity Building of RPTRA Personnel Through Visual Communication Design Training for Social Media” – Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) “Empowering Communities through Hydroponic Farming as a Sustainable Approach to Food Security in Urban Indonesia” – BINUS University
"Kelima riset tersebut menggambarkan sinergi antara inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan, yang menjadi fondasi penting bagi pembangunan komunitas tangguh dan mandiri," kata Andi.
Membangun Ekosistem Riset Kolaboratif di ASEAN
ICCD 2025 juga menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring riset dan kerja sama akademik lintas negara di kawasan ASEAN dan Asia Pasifik. Forum ini membuka peluang pertukaran pengetahuan, riset bersama, serta inovasi kolaboratif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat global.
“Konfrensi ini menegaskan pergeseran paradigma akademik menuju riset yang kolaboratif, aplikatif, dan berdampak sosial,” tutur Andi.
Baca tanpa iklan