News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

ICCD 2025 Tegaskan Peran Teknologi Digital dalam Riset dan Pembangunan Komunitas

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TEKNOLOGI DIGITAL - Seremonial International Conference on Community Development (ICCD) 2025, yang digelar oleh Universitas Mercu Buana (UMB) di Jakarta belum lama ini. Konferensi internasional ini mengusung tema Memanfaatkan Teknologi Digital dan Produk Inovatif untuk Pengembangan Komunitas Berkelanjutan dan menghadirkan akademisi serta praktisi dari berbagai negara

Penelitian-penelitian tersebut mencerminkan pendekatan beragam dalam membangun komunitas berkelanjutan — mulai dari mitigasi bencana, pengelolaan limbah, hingga pemberdayaan perempuan dan ketahanan pangan perkotaan.

Berikut lima karya terbaik yang terpilih: “Disaster Resilience Partnership on Inclusive Early Warning System and SIBAR (Flood Information System) in RT.13, Pondok Betung, South Tangerang” – Universitas Budi Luhur;  “Transforming Trash into Treasure: Waste Valorization Practise in Sustainable Product Development” – Universitas Mercu Buana;  “Empowering Women Waste Bank Managers Through Waste Utilization for Hydroponic Systems at Teratai Waste Bank, Depok” – Universitas Sahid.

Kemudian  “Capacity Building of RPTRA Personnel Through Visual Communication Design Training for Social Media” – Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) “Empowering Communities through Hydroponic Farming as a Sustainable Approach to Food Security in Urban Indonesia” – BINUS University

"Kelima riset tersebut menggambarkan sinergi antara inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan, yang menjadi fondasi penting bagi pembangunan komunitas tangguh dan mandiri," kata Andi.

Membangun Ekosistem Riset Kolaboratif di ASEAN

ICCD 2025 juga menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring riset dan kerja sama akademik lintas negara di kawasan ASEAN dan Asia Pasifik. Forum ini membuka peluang pertukaran pengetahuan, riset bersama, serta inovasi kolaboratif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat global.

“Konfrensi ini  menegaskan pergeseran paradigma akademik menuju riset yang kolaboratif, aplikatif, dan berdampak sosial,” tutur  Andi.

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini