TRIBUNNEWS.COM – Sebuah aplikasi keamanan bernama Sileme yang secara harfiah berarti "Apakah Kamu Mati?" tengah viral di China.
Aplikasi ini dirancang untuk memeriksa kondisi orang-orang yang tinggal sendirian di rumah.
Diluncurkan pada Mei tahun lalu, aplikasi tersebut semula luput dari perhatian.
Namun, mengutip laporan Indian Express, dalam beberapa minggu terakhir, jutaan warga China berbondong-bondong mengunduhnya.
Pengguna diminta menekan sebuah tombol hijau besar setiap 48 jam sebagai "tanda kehadiran."
Jika pengguna tidak melakukannya, aplikasi akan secara otomatis mengirimkan notifikasi kepada kontak darurat yang telah didaftarkan, memberi tahu bahwa pengguna mungkin berada dalam kondisi berbahaya.
Secara internasional, aplikasi ini terdaftar dengan nama Demumu.
Aplikasi ini tersedia secara gratis, namun kini dijual dengan harga sekitar Rp19.000 di App Store.
Mengutip BBC, aplikasi ini sempat menempati peringkat dua teratas untuk kategori aplikasi utilitas berbayar di Amerika Serikat, Singapura, dan Hong Kong, serta peringkat keempat di Australia dan Spanyol.
Popularitas aplikasi ini meningkat seiring bertambahnya jumlah warga China yang tinggal sendirian.
Menurut laporan Global Times, jumlah penduduk yang hidup seorang diri diperkirakan akan melonjak hingga 200 juta orang pada 2030.
Baca juga: Aplikasi X di iOS Kini Punya Widget untuk Home Screen dan Lock Screen
Di App Store, aplikasi ini digambarkan sebagai “alat keamanan ringan yang dirancang untuk penghuni tunggal, menciptakan perlindungan keamanan tak terlihat melalui pemantauan kehadiran dan mekanisme kontak darurat agar kehidupan sendirian terasa lebih menenangkan.”
Pengembang aplikasi menyatakan bahwa Sileme tidak memerlukan registrasi akun dan menggunakan sistem enkripsi untuk melindungi data kontak darurat serta catatan kehadiran pengguna.
Meski informasi tentang pembuatnya terbatas, laporan menyebutkan aplikasi ini dikembangkan oleh tim kecil yang terdiri dari tiga orang.
Salah satu anggota tim, yang menggunakan nama samaran Guo, mengatakan kepada media lokal bahwa aplikasi tersebut dibangun dengan biaya sedikit lebih dari 1.000 yuan (Rp2,4 juta).
Baca tanpa iklan