TRIBUNNEWS.COM - Tahun 2026 telah berjalan, namun Walmart masih menjadi salah satu peritel besar di Amerika Serikat yang tidak mendukung Apple Pay.
Kebijakan ini kembali ramai dibicarakan di media sosial karena dianggap menyulitkan pelanggan, terutama pengguna iPhone.
Informasi ini diulas oleh 9to5Mac dalam laporan terbarunya.
Berbeda dengan banyak toko ritel lain, Walmart tidak hanya menolak Apple Pay, tetapi juga seluruh metode pembayaran berbasis NFC (Near Field Communication).
Artinya, pelanggan tidak bisa menggunakan Google Pay, Samsung Pay, maupun kartu fisik contactless dengan sistem tap-to-pay di toko Walmart di Amerika Serikat.
Namun, kebijakan ini tidak berlaku global.
Di Kanada, sebagian besar gerai Walmart justru sudah mendukung Apple Pay.
Walmart tidak mendukung pembayaran NFC
- Tidak menerima Apple Pay, Google Pay, maupun Samsung Pay
- Tidak mengizinkan tap kartu debit atau kredit contactless
- Kebijakan ini khusus berlaku di Amerika Serikat
Baca juga: Ini Deretan Fitur Baru yang Dipersiapkan Apple di iOS 27
Sebagai gantinya, Walmart mendorong penggunaan sistem pembayaran miliknya sendiri, yakni Walmart Pay.
Layanan ini diluncurkan pada 2016 dan menggunakan sistem kode QR, bukan NFC.
Cara kerja Walmart Pay
- Pengguna harus mengunduh aplikasi Walmart
- Kartu debit atau kredit dimasukkan ke dalam aplikasi
- Pembayaran dilakukan dengan memindai kode QR di kasir
- Proses dinilai kurang praktis dibanding Apple Pay
Selain Walmart Pay, perusahaan juga memiliki layanan Scan and Go bagi pelanggan Walmart+.
Fitur ini memungkinkan pelanggan memindai barang sendiri saat berbelanja dan menyelesaikan pembayaran di kasir mandiri.
Namun, Apple Pay juga tidak didukung dalam sistem ini.
Alasan terbesar di balik keputusan Walmart, menurut 9to5Mac, adalah soal pengumpulan data.
Walmart sangat bergantung pada data belanja pelanggan untuk membangun profil konsumen.
Baca tanpa iklan