TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kejahatan siber terus menjadi ancaman serius di era digital. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sepanjang 2025 terdapat lebih dari 135.000 laporan penipuan daring. Modus yang dilaporkan beragam, mulai dari tautan palsu, pesan mengatasnamakan institusi tertentu, file aplikasi berformat APK, hingga penipuan berkedok hadiah.
Total kerugian dari berbagai modus tersebut mencapai Rp8,2 triliun. Laporan State of Scams in Indonesia 2025 juga menemukan dua dari tiga orang dewasa di Indonesia mengalami penipuan digital dalam setahun terakhir. Rata-rata setiap orang terpapar 55 kali dalam setahun.
Data ini menunjukkan masih banyak masyarakat yang menjadi korban akibat lemahnya perlindungan akun digital.
Di tengah maraknya modus penipuan, langkah pencegahan dasar seperti memperkuat kata sandi menjadi semakin penting.
Momentum tahun baru dapat dimanfaatkan sebagai pengingat untuk mengganti password dengan kombinasi yang lebih aman.
Tips Membuat Password Lebih Kuat dan Aman
Agar akun digital dan akun e-commerce tetap terlindungi, berikut langkah praktis yang bisa dilakukan:
- Gunakan teknik mnemonic atau frasa unik Buat kata sandi dari kalimat personal yang mudah diingat, tetapi sulit ditebak orang lain.
- Buat password panjang dan kompleks Semakin panjang kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol, semakin sulit diretas.
- Hindari informasi pribadi Jangan gunakan nama, tanggal lahir, atau data keluarga yang mudah ditebak dari media sosial.
- Jangan pakai password umum Kata sandi seperti 123456, password, atau admin sangat rentan diretas.
- Modifikasi huruf dengan angka atau simbol Ganti huruf vokal dengan angka atau simbol mirip, misalnya a → 4, e → 3, i → 1.
- Gunakan frasa atau akronim berbeda untuk tiap akun Buat variasi kata sandi unik di setiap aplikasi agar risiko pembobolan tidak meluas.
Baca juga: Komdigi Minta Klarifikasi Meta soal Dugaan Kebocoran Data 17,5 Juta Akun Instagram
Pakar keamanan siber dari ICT Watch, Indriyatno Banyumurti, menekankan pentingnya penggunaan kata sandi yang kuat.
“Password yang kuat itu paling tidak mengandung huruf besar dan kecil, angka, serta simbol. Digabungkan semuanya,” ujarnya.
Sementara Ketua Indonesia Cyber Security Forum, Ardi Sutedja, mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap notifikasi penggantian password palsu yang sering digunakan dalam serangan phishing.
“Jika ingin mengganti password, lakukan langsung di aplikasi resmi yang terverifikasi,” katanya.
Selain mengganti kata sandi secara rutin, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan.
Perlindungan akun digital bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga memerlukan peran aktif pemerintah dan pelaku industri.
Edukasi yang konsisten menjadi salah satu kunci untuk membantu masyarakat mengenali dan menghindari berbagai modus penipuan yang terus berkembang.
Baca tanpa iklan