TRIBUNNEWS.COM - TikTok dipastikan tetap beroperasi di Amerika Serikat setelah kesepakatan pembentukan perusahaan patungan baru resmi ditandatangani.
Kesepakatan ini mengakhiri ketidakpastian panjang terkait ancaman pemblokiran aplikasi video pendek tersebut di AS.
Mengutip Phone Arena, sekitar 200 juta pengguna TikTok di Amerika kini bisa bernapas lega karena aplikasi tersebut tidak jadi diblokir.
Namun, meski tetap bisa digunakan, perubahan besar akan terjadi di balik layar.
TikTok Tidak Diblokir, Tapi Tidak Sepenuhnya Sama
Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari undang-undang yang ditandatangani Presiden Joe Biden pada 2024, yang mewajibkan ByteDance menjual TikTok atau menghadapi larangan total di AS.
Setelah melalui berbagai penundaan, kesepakatan akhirnya disahkan oleh pemerintah AS dan China.
Salah satu isu utama yang memperlambat proses adalah algoritma TikTok, yang selama ini dianggap sebagai “resep rahasia” aplikasi tersebut.
Menurut laporan BBC yang dikutip Phone Arena, algoritma ini kini dilisensikan ke pihak pengelola TikTok di AS dan hanya akan menggunakan data pengguna Amerika untuk proses pembelajaran.
Akibatnya, para ahli menilai pengalaman pengguna bisa berubah.
Baca juga: Ahmad Husein Bantah Terima Uang dari Sudewo, Beli Mobil Hasil Live TikTok Seharga Rp24 Juta
Beberapa kemungkinan dampaknya:
- Rekomendasi konten tidak seakurat sebelumnya
- Performa aplikasi berpotensi terasa lebih lambat
- TikTok versi AS bisa berbeda dari versi global
Perusahaan Baru Pengelola TikTok AS
Berdasarkan laporan 9to5Mac dan MacRumors, TikTok kini dikelola oleh perusahaan baru bernama TikTok USDS Joint Venture LLC.
Perusahaan ini dimiliki mayoritas investor Amerika dan global, dengan ByteDance hanya mempertahankan 19,9 persen saham.
Struktur kepemilikan utama:
- Oracle, Silver Lake, dan MGX masing-masing 15 persen
- Investor lain termasuk Dell Family Office dan Vastmere Strategic Investments
- ByteDance: 19,9 persen
Perusahaan ini dipimpin oleh Adam Presser sebagai CEO dan diawasi dewan direksi tujuh orang, mayoritas warga Amerika.
Fokus Keamanan Data dan Algoritma
Dalam pengumuman resmi TikTok, pengelolaan baru ini membawa sejumlah kebijakan utama:
- Data pengguna AS disimpan di cloud Oracle di Amerika
- Algoritma rekomendasi dilatih ulang menggunakan data pengguna AS
- Kode sumber aplikasi diaudit dan diawasi secara berkala
- Kebijakan moderasi dan keamanan konten ditangani langsung oleh entitas AS
Baca tanpa iklan