TRIBUNNEWS.COM - WhatsApp kembali memperkuat sistem keamanannya.
Aplikasi pesan milik Meta ini mengumumkan fitur baru bernama Strict Account Settings, yang dirancang untuk memberikan perlindungan ekstra dari ancaman spyware dan serangan siber tingkat lanjut.
Spyware atau perangkat pengintai merupakan teknologi informasi yang mengacu ke salah satu bentuk program berbahaya yang memasang dirinya sendiri dalam sebuah sistem untuk mencuri data pengguna atau merusak sistem,
Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh 9to5Mac, dan juga diumumkan secara resmi oleh WhatsApp melalui blog perusahaan.
Fitur Strict Account Settings digambarkan sebagai mode keamanan bergaya “lockdown”.
Saat diaktifkan, WhatsApp akan mengunci pengaturan akun ke tingkat paling ketat demi meminimalkan risiko penyadapan atau serangan digital.
Cara mengaktifkan Strict Account Settings:
- Buka Settings
- Pilih Privacy
- Masuk ke menu Advanced
- Aktifkan Strict Account Settings
WhatsApp menyebut, fitur ini akan dirilis secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan dan dapat digunakan oleh semua pengguna.
Baca juga: Instagram, WhatsApp, dan Facebook Akan Uji Fitur Berlangganan Berbayar
Namun, fitur ini secara khusus ditujukan bagi mereka yang membutuhkan perlindungan ekstra.
Pengguna yang menjadi target utama fitur ini:
- Jurnalis
- Aktivis
- Tokoh publik
- Individu dengan risiko tinggi terhadap serangan siber
Saat Strict Account Settings diaktifkan, pengalaman menggunakan WhatsApp akan sedikit berubah.
Beberapa pembatasan yang berlaku:
- Lampiran dan media dari nomor yang tidak ada di kontak akan diblokir
- Sejumlah pengaturan privasi akan dikunci di level paling ketat
- Interaksi dengan akun asing menjadi lebih terbatas
Menurut WhatsApp, pembatasan ini memang disengaja agar potensi celah keamanan bisa ditekan seminimal mungkin.
Selain fitur tersebut, 9to5Mac melaporkan bahwa WhatsApp juga melakukan peningkatan besar di balik layar.
WhatsApp kini mulai menggunakan bahasa pemrograman Rust untuk melindungi data pengguna.
Baca tanpa iklan