News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

GADGET

Peneliti Ungkap Bahaya Mainan AI Anak, Data Pribadi Bisa Diakses Publik

Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Mainan anak berbasis kecerdasan buatan atau AI kini menjadi sorotan setelah peneliti keamanan menemukan potensi risiko serius terhadap privasi anak. 

Temuan ini menimbulkan kekhawatiran karena data sensitif anak-anak dilaporkan dapat diakses dengan sangat mudah.

Dilaporkan oleh PhoneArena, masalah ini ditemukan pada produk mainan AI buatan perusahaan bernama Bondu. 

Produk tersebut berupa boneka interaktif yang dirancang sebagai teman pintar bagi anak-anak dan mampu melakukan percakapan menggunakan teknologi AI.

Celah Keamanan yang Terbuka Lebar

Peneliti menemukan bahwa sistem yang seharusnya aman justru memiliki celah besar.

  • Portal web khusus orang tua tidak dilindungi dengan sistem keamanan memadai
  • Akses tidak memerlukan keahlian peretasan
  • Cukup masuk menggunakan akun Google apa pun
  • Data ribuan anak langsung bisa dilihat

Bondu kemudian mengonfirmasi bahwa lebih dari 50.000 transkrip percakapan anak sempat terekspos sebelum portal tersebut ditutup dan masalah diperbaiki.

Baca juga: Firefox Tambahkan Opsi Matikan Fitur AI, Pengguna Bisa Pilih Manual

Jenis Data Anak yang Terekspos

Data yang dapat diakses tidak terbatas pada informasi umum.

  • Nama lengkap anak
  • Tanggal lahir
  • Nama panggilan mainan favorit
  • Kesukaan dan ketidaksukaan anak
  • Camilan favorit
  • Tujuan perkembangan anak yang diatur orang tua
  • Transkrip lengkap percakapan anak dengan mainan AI

Peneliti menyebut temuan ini sangat mengkhawatirkan karena percakapan tersebut mencerminkan kehidupan pribadi anak secara detail.

Risiko Nyata bagi Keamanan Anak

Para ahli menilai kebocoran data ini bukan sekadar masalah teknis.

  • Data bisa dimanfaatkan untuk manipulasi anak
  • Informasi kebiasaan anak berpotensi disalahgunakan
  • Risiko penipuan hingga penculikan meningkat
  • Data pribadi dapat digunakan untuk membangun kepercayaan palsu

Peneliti menyoroti bahwa mengetahui makanan favorit, nama hewan peliharaan, dan rutinitas anak merupakan informasi berharga bagi pelaku kejahatan.

Peran Layanan AI Pihak Ketiga

Masalah lain muncul dari penggunaan teknologi AI eksternal.

  • Mainan AI menggunakan layanan pihak ketiga
  • Contohnya Gemini atau GPT-5
  • Data anak kemungkinan diproses di beberapa perusahaan
  • Jalur penyimpanan dan pemrosesan data menjadi semakin panjang

Hal ini membuat orang tua sulit mengetahui ke mana data anak mereka sebenarnya disimpan dan digunakan.

Peringatan untuk Orang Tua

Peneliti menilai kasus ini menjadi peringatan bagi industri mainan pintar.

  • Mainan AI dirancang agar anak mau berbagi cerita
  • Anak tidak memahami risiko privasi
  • Keputusan penggunaan teknologi dibuat oleh orang dewasa
  • Anak menjadi pihak paling rentan

Berbeda dengan perangkat pintar rumah seperti asisten suara, mainan AI berada langsung di tangan anak dan digunakan tanpa pengawasan penuh.

Kasus Bondu menunjukkan bahwa inovasi teknologi tidak selalu diiringi perlindungan data yang memadai. 

Meski celah keamanan telah diperbaiki, kekhawatiran soal penyimpanan data anak tetap ada.

Para ahli mengingatkan bahwa orang tua perlu mempertimbangkan risiko jangka panjang sebelum memberikan mainan AI kepada anak.

(Tribunnews.com/Widya)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini