Ringkasan Berita:
- Pemanfaatan AI juga menuntut kesiapan masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan teknologi secara produktif.
- Sebanyak 200 pelaku UMKM mengikuti pelatihan pemanfaatan teknologi AI sebagai alat bantu produktivitas dalam kegiatan usaha dan pembelajaran.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) kini makin meluas, tidak hanya oleh sektor industri tapi juga di masyarakat karena semakin banyaknya platform pembelajaran tentang AI.
Namun, pemanfaatan AI juga menuntut tanggung jawab agar tidak disalahgunakan untuk tindak kejahatan.
Bahasan ini mengemuka pada acara diskusi publik dan pelatihan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bertajuk Membangun Kapasitas Digital yang Inklusif yang diselenggarakan Microsoft Elevate Indonesia dan Alunjiva Indonesia di Kota Pontianak, baru-baru ini.
Diskusi ini digelar sekaligus untuk memperluas akses literasi dan akses digital lebih luas dan diikuti 200 lebih peserta, terdiri atas pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta komunitas penyandang disabilitas.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak, Syamsul Akbar saat membuka kegiatan ini menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi percepatan transformasi digital.
“Transformasi digital bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan teknologi secara produktif. Pemerintah daerah mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas literasi digital di tingkat lokal,” kata Syamsul.
Pada sesi pemaparan, Co-Founder Alunjiva Indonesia Fany Efrita menekankan pentingnya pendekatan inklusif dalam adopsi AI, khususnya bagi kelompok perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
“Pelatihan ini menempatkan AI sebagai alat untuk memperluas akses ekonomi digital. Perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas dibekali keterampilan praktis menggunakan Copilot agar mereka dapat meningkatkan produktivitas usaha dan kapasitas pembelajaran secara mandiri,” ujar Fany.
Diskusi publik ini juga menghadirkan Wakil Ketua Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Barat Marhasak Reinardo Sinaga dan serta Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak M. Akif.
Para narasumber menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor teknologi, pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil untuk memastikan transformasi digital berjalan secara inklusif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Baca juga: Beradaptasi dengan Teknologi, Atta Halilintar & Anang Hermansyah Anggap AI Bukan Ancaman Kreativitas
Sesi pelatihan AI dipandu oleh Pratiwi Hamdhana, Microsoft Elevate Certified Educator, yang memperkenalkan pemanfaatan teknologi AI, termasuk Copilot, sebagai alat bantu produktivitas dalam kegiatan usaha dan pembelajaran kepada peserta.
Salah satu peserta dari komunitas Tuli, Figo, menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan pengalaman baru dalam memanfaatkan AI sebagai alat pendukung kerja.
“Pelatihan ini memberikan akses pembelajaran yang inklusif bagi komunitas Tuli. Saya melihat potensi AI untuk mendukung produktivitas kerja dan pengembangan kapasitas secara berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, Microsoft dan Alunjiva Indonesia menegaskan komitmen untuk memperkuat kesiapan masyarakat menghadapi perkembangan AI secara inklusif dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara sektor teknologi global, organisasi masyarakat sipil dan pemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital yang berdampak sosial dan ekonomi.
Baca tanpa iklan