TRIBUNNEWS.COM - Aplikasi chatbot kecerdasan buatan Claude menjadi aplikasi gratis nomor satu di App Store Amerika Serikat.
Kenaikan ini terjadi setelah konflik antara perusahaan pengembangnya, Anthropic, dengan Presiden AS Donald Trump ramai diberitakan.
Dalam laporan PhoneArena disebutkan bahwa popularitas Claude meningkat tajam dalam waktu singkat hingga berhasil menyalip aplikasi AI lain seperti ChatGPT dan Gemini.
Claude adalah chatbot AI yang dikembangkan oleh Anthropic.
Aplikasi ini sebelumnya tidak berada di posisi teratas, namun mendadak naik setelah muncul polemik terkait kontrak pemerintah Amerika Serikat.
Konflik tersebut berkaitan dengan rencana kerja sama antara Pentagon dan Anthropic dengan nilai sekitar 200 juta dolar.
Pemerintah dikabarkan ingin memiliki akses tanpa batas ke model AI Claude. Namun pihak Anthropic menolak permintaan tersebut.
Alasan penolakan Anthropic:
- Tidak ingin AI digunakan untuk memantau warga Amerika
- Tidak ingin teknologi dipakai dalam sistem senjata otomatis
- Menolak penggunaan AI untuk keputusan militer tanpa manusia
Baca juga: Rakyat AS Gerah Kelakuan Koboi Trump, Dinilai Membahayakan
CEO Anthropic, Dario Amodei, menyatakan bahwa perusahaan ingin menjaga penggunaan AI tetap aman dan tidak melanggar prinsip etika.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Donald Trump.
Melalui media sosial Truth Social, Trump menyebut pimpinan Anthropic sebagai kelompok yang tidak sejalan dengan pemerintah.
Ia juga meminta agar lembaga federal menghentikan penggunaan teknologi dari perusahaan tersebut.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, bahkan menyebut Anthropic sebagai risiko keamanan rantai pasok, istilah yang biasanya dipakai untuk perusahaan asing yang dianggap berbahaya bagi keamanan nasional.
Setelah polemik tersebut, pemerintah dilaporkan memilih bekerja sama dengan OpenAI, pengembang ChatGPT, untuk proyek AI militer.
Meski begitu, popularitas Claude justru meningkat.
Baca tanpa iklan