News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

GADGET

Lampaui ChatGPT di Play Store, Claude Catat Lebih dari 1 Juta Pendaftaran Harian

Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

APLIKASI AI - Claude AI mencatat lebih dari satu juta pendaftaran setiap hari dan menjadi aplikasi gratis nomor satu di Play Store.

TRIBUNNEWS.COM - Aplikasi kecerdasan buatan Claude AI mengalami lonjakan pengguna yang signifikan. 

Perusahaan pengembangnya, Anthropic, melaporkan bahwa jumlah pendaftaran pengguna baru kini telah melampaui satu juta akun setiap hari secara global.

Lonjakan ini menunjukkan meningkatnya minat pengguna terhadap model AI percakapan dan generatif yang mampu membantu berbagai kebutuhan, mulai dari menulis hingga analisis data.

Menurut laporan terbaru dari Anthropic, tren tersebut memperlihatkan bahwa pengguna mulai mencari alternatif model AI yang dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.

Data terbaru menunjukkan aplikasi Claude kini menjadi aplikasi gratis nomor satu di toko aplikasi.

Peringkat tersebut terlihat pada dua platform utama:

  • Google Play Store
  • Apple App Store

Di Amerika Serikat dan beberapa wilayah lain, Claude bahkan berada di atas aplikasi ChatGPT dalam daftar aplikasi gratis paling populer.

Data tersebut dikutip dari analisis platform pemantau aplikasi AppFigures pada saat laporan dipublikasikan.

Anthropic tidak menyebutkan angka pasti total pendaftaran, namun menyatakan bahwa lebih dari satu juta orang mendaftar setiap hari untuk menggunakan layanan Claude.

Baca juga: ChatGPT Diperbarui, OpenAI Kurangi Respons yang Terasa Cringe

Persaingan dengan OpenAI

Lonjakan pengguna Claude juga terjadi di tengah meningkatnya perhatian terhadap perusahaan AI lain, termasuk OpenAI, pengembang ChatGPT.

OpenAI baru-baru ini menjadi sorotan setelah menjalin kerja sama dengan US Department of War untuk penerapan teknologi AI dalam aplikasi tertentu yang bersifat rahasia.

Kerja sama tersebut memicu diskusi mengenai penggunaan AI di sektor militer.

OpenAI menyatakan bahwa sistem keamanan yang mereka terapkan telah dirancang untuk mencegah penyalahgunaan teknologi.

Beberapa batasan yang disebutkan perusahaan antara lain:

  • AI tidak dapat digunakan untuk senjata otonom
  • Tidak boleh dipakai untuk pengawasan massal
  • Penggunaan dalam proyek tertentu harus memiliki pengamanan tambahan

Perusahaan juga menyebut bahwa mereka telah bekerja keras memastikan implementasi teknologi tersebut tetap berada dalam batas etika yang jelas.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini